Blitar (beritajatim.com) – Jajanan Ice Smoke atau Ciki Ngebul belakang ini menjadi perhatian publik karena banyaknya kasus keracunan yang disebabkan oleh makanan ernitrogen cair tersebut. Terbaru seorang anak berusia 4 tahun di Bekasi Jawa barat mengalami keracunan hingga harus menjalani operasi kebocoran lambung usai mengkonsumsi jajanan Ciki Ngebul.
Atas berbagai peristiwa keracunan tersebut Pemerintah Kota Blitar pun melarang peredaran ice Smoke atau Ciki Ngebul. Dinas Kesehatan Kota Blitar pun membeberkan sejumlah bahaya akibat mengkonsumsi Ciki Ngebul yang notabenenya mengandung nitrogen cair.
Menurut Dinas Kesehatan Kota Blitar Nitrogen cair tidak boleh dikonsumsi secara langsung oleh tubuh. Pasalnya Nitrogen cair merupakan bahan pengawet yang bekerja untuk mendinginkan suhu suatu produk makanan agar tahan lama.
Nitrogen cair ini pun sangat berbahaya bagi tubuh anak-anak maupun balita.
“Jadi memang nitrogen cair ini digunakan untuk mendinginkan suhu suatu produk agar bisa tahan lama namun tidak boleh dikonsumsi secara langsung oleh tubuh,” kata Dharma Setiawan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Blitar kepada beritajatim.com, Minggu (15/01/2023).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Blitar memaparkan sedikitnya ada tiga dampak buruk yang diakibatkan karena mengkonsumsi jajanan yang menggunakan bahan nitrogen cair. Berikut tiga dampak buruk nitrogen cair bagi tubuh:
1. Iritasi atau efek terbakar.
Ice Smoke atau Ciki Ngebul saat dirasakan memiliki sensasi dingin, namun siapa sangka jajanan yang mengandung bahan nitrogen cair tersebut bisa menyebabkan efek terbakar pada kulit. Paparan nitrogen cair dapat membuat kulit seperti terasa terbakar bahkan terasa melepuh.
“Saat nitrogen cair ini mengenai tangan bisa menyebabkan iritasi bahkan menimbulkan efek terbakar pada kulit,” kata Dharma.
Hal itu terjadi karena nitrogen cair pada dasarnya bukan untuk dikonsumsi. Nitrogen cair pada dasarnya merupakan bahan pengawet dan penurunan suhu pada produk agar bisa tahan lama. Apalagi pada penjualan Ciki Ngebul kebanyakan tidak menggunakan takaran sesuai dengan prosedur.

2. Sulit Bernapas.
Ciki Ngebul memiliki sensasi asap yang ditimbulkan, namun terlalu banyak atau sering menghirup asap tersebut justru akan mengganggu proses pernapasan. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Blitar, Dharma Setiawan menghirup asap dari Ciki Ngebul bisa menyebabkan seseorang kesulitan bernapas.
Bahkan dalam suatu kondisi, asap yang ditimbulkan oleh Ciki Ngebul bisa memicu sesak napas yang cukup parah. Hal itupun tentunya sangat berbahaya bagi orang atau anak-anak yang memiliki riwayat penyakit pernapasan seperti asma.
“Menghirup terlalu banyak asap Ciki Ngebul bisa menyebabkan kesulitan napas pada si konsumen,” imbuhnya.
3. Kerusakan Lambung.
Memakan jajan yang mengandung nitrogen cair seperti Ciki Ngebul akan mengakibatkan gangguan pencernaan pada tubuh. Nitrogen cair yang masuk ke dalam tubuh secara otomatis akan mengganggu seluruh sistem pencernaan terutama para lambung manusia.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kuliner”]
Dharma Setiawan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Blitar menjelaskan bahwa nitrogen cair yang masuk pada lambung akan menimbulkan penumpukan gas hingga 700 kali lipat. Sehingga akibatnya lambung akan rusak bahkan berlubang.
Jika sudah seperti itu maka jalan satu-satunya untuk proses penyembuhan adalah operasi lambung layaknya yang terjadi pada seorang anak di Bekasi Jawa Barat.
Dari banyaknya dampak buruk mengkonsumsi jajanan yang menggunakan bahan nitrogen cair tersebut Dinas Kesehatan dan Pemerintah Kota Blitar akan menerbitkan surat edaran imbauan larangan mengkonsumsi jajanan bernitrogen cair seperti Ciki Ngebul. Surat edaran itu akan mulai diterbitkan pada tanggal 16 Januari 2023 besok. [owi/but]






