Jember (beritajatim.com) – Di tengah wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, muncul kasus daging ternak yang membiru saat dipotong. Kali ini yang terkena bukan sapi, melainkan kambing.
“Ada kasus di Kecamatan Balung, ternak yang disembelih warna dagingnya membiru. Masyarakat takut dan jasad ternak itu langsung dikuburkan. Secara medis, ini bukan penyakit mulut dan kuku (PMK). Bisa juga karena tetanus, membuat warna daging biru,” kata anggota Komisi B DPRD Jember Nyoman Aribowo, Kamis (14/7/2022).
Nyoman sudah meminta Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Jember agar menjelaskan hal ini kepada masyarakat. “Warna daging membiru ini bisa juga karena keracunan,” katanya.
Yang jelas, sambung Nyoman, kambing dan domba lebih tahan terhadap serangan virus PMK yang menyerang sapi. “Mereka secara genetis punya ketahanan lebih dibandingkan sapi, sehingga di lapangan, kasus yang terjadi hampir tidak ada atau sangat kecil kejadiannya,” katanya.
Kepala Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Jember Andi Prastowo juga memperkirakan ada indikasi penyakit lain. “Rasanya tidak mungkin membiru. Bisa jadi keracunan atau tetanus. Bisa jadi penyakit lain, karena PMK tidak menimbulkan gejala seperti itu,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pmk-jatim”]
“Sapi yang menunjukkan gejala PMK ringan lalu dipotong, perubahan ada pada jantungnya yang bergaris putih. Tapi dagingnya tetap sama, berwarna merah. Kalau biru itu berarti oksigennya tidak ada,” kata Andi.
Sekretaris Dinas Peternakan Jember Sugiarto menyarankan agar daging yang berubah warna diafkir. “Karena kita tidak tahu secara pasti apa penyebab perubahan warnanya. Bisa jadi kalau daging itu kepanasan terlalu lama, ada potensi hidrogensulfat yang teroksidasi. Biasanya kalau teroksidasi, warna berubah jadi biru, itu ada bakteri pseudomonas. Tapi kalau tidak kepanasan, tapi membiru, ya kemungkinan ada tetanus, Itu berbahaya,” katanya. [wir/but]






