Banyuwangi (beritajatim.com) – Tim Satuan Tugas Penanganan Covid 19 Banyuwangi gencar melakukan operasi dalam penerapan PPKM Darurat Jawa – Bali. Kali ini, Satgas menyisir kawasan kota Banyuwangi mencari warga yang abai terhadap protokol kesehatan.
Hasilnya, sejumlah pedagang pasar Banyuwangi dan pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut terjaring. Mereka digelandang untuk dites swab antigen oleh tim medis.
[berita-terkait number=”5″ tag=”covid-19-banyuwangi”]
“Ya hari ini kita lakukan penerapan PPKM darurat di kawasan kota. Ini hari kedua, beberapa hari lagi kita akan laksanakan di luar. Mereka yang reaktif atau positif kita rekomendasikan untuk isoman,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Selasa (6/7/2021).
Sementara itu, Wakil Ketua Satgas Covid 19 Banyuwangi, Letkol Inf Yuli Eko Purwanto menyebut, sasaran Covid hunter kali ini acak. Tujuannya lebih mengintensifkan warga agar patuh terhadap protokol kesehatan.
“Tujuannya mengamankan sekaligus memberikan rasa nyaman lingkungan sekitar. Terus terang kalau salah satu melanggar prokes jadi gak nyaman. Mereka yang tidak pakai masker langsung kita tes swab antigen. Kita tidak tahu mereka yang tidak pakai masker ini positif atau tidak makanya kita tes,” terang Komandan Kodim 0825 Banyuwangi ini.

Kapolresta Banyuwangi AKBP Nasrun Pasaribu mendata terdapat 25 warga yang kali ini terjaring Covid Hunter. Dari jumlah itu tiga di antaranya positif swab antigen.
“Hasil swab antigen secara acak hari ini terdapat 3 orang yang mendapat hasil positif. Sehingga mereka kita minta isoman (isolasi mandiri),” terangnya.
Lebih lanjut, kata Nasrun, merujuk pasar sebagai kawasan sasaran Covid Hunter, pihaknya meminta agar aktivitas dikurangi. Bahkan, akan ada rencana untuk sterilisasi.
“Besok kita minta sterilisasi menyeluruh di kawasan ini. Untuk penutupan kita masih lakukan kordinasi dulu,” pungkasnya. [rin/suf]






