Surabaya (beritajatim.com) – Salah seorang janda menjemput anaknya yang turut digelandang polisi karena terlibat dalam aksi konvoi pesilat Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW).
Sebanyak 139 pendekar dari PSHW digelandang ke kantor Polrestabes Surabaya karena konvoi dan mengganggu situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Selasa (16/01/2023) dini hari.
Salah satu pendekar yang diamankan adalah Rama Aryanu warga Jalan Beringin Indah, Sambikerep, Surabaya. Ulah Rama membuat Wiwik Setyaningsih ibunya yang sudah berstatus janda dan menjadi kepala keluarga menangis di aula Bharadaksa Polrestabes Surabaya.
“Saya tahunya tadi pagi, dihubungi pak polisi anak saya di sini. Kan anak saya gak punya ponsel, bilangnya dia pas lagi nongkrong sama teman-temannya. Ternyata saya baru tahu kalau dia mau ikut konvoi,” tutur Wiwik.
Saat pertama kali mendengar kabar Rama diamankan polisi, Wiwik sedang menata dagangan cirengnya. Maklum, ia sebagai kepala keluarga harus menghidupi 3 anaknya dari hasil berjualan itu. Ia pun sempat tidak percaya anaknya diamankan oleh petugas kepolisian.
“Dagangan saya langsung saya tinggal begitu saja, saya tidak memikirkan sama sekali. Yang ada dipikiran saya anak saya salah apa kok bisa sampai dibawa polisi, yang penting anak saya selamat dan sehat,” jelasnya sambil menangis.
Setelah sampai di Aula Bharadaksa, Rama langsung sujud di kaki ibunya. Mereka berdua saling menangis. Rama tidak berhenti untuk mengucapkan kata maaf. Ibunya pun tidak terdengar menjawab. Hanya suara isakan tangis yang terdengar.
“Rama ini sudah SMK kelas 3 saya juga berharap dia bisa bantu ekonomi keluarga,” isak Wiwik.
Ia berharap, Rama tak mengulangi perbuatannya lagi. Sebab, ia hendak lulus dari sekolahnya dan akan diminta membantu menyokong perekonomian keluarga.
“Saya ini ibu sekaligus kepala keluarga, Mas. Anak saya 3, kakaknya baru kerja, sebelumnya kena PHK.
Diketahui, 139 pendekar dan 66 kendaraan diamankan oleh Polrestabes Surabaya beserta Polsek Jajaran usai menerima laporan masyarakat adanya konvoi pesilat di beberapa titik di Surabaya. Aksi pengamanan ini dilakukan agar kejadian pengeroyokan di Pusat Kota Surabaya yang terjadi pada, Minggu (14/01/2024) dini hari kemarin tidak kembali terjadi. (ang/ian)






