Lamongan (beritajatim.com) – Petugas Satpol PP Lamongan mengamankan belasan pelajar karena kedapatan bolos sekolah. Para pelajar tersebut justru cangkruk di warung kopi (warkop) saat jam pelajaran sekolah berlangsung, Selasa (26/7/2022).
Kabid Penegakan Perda Satpol PP Lamongan Sapari mengatakan bahwa belasan pelajar ini diamankan oleh petugas saat digelarnya razia kasih sayang. Saat diamankan, belasan pelajar yang bolos ini sempat berontak dan mengelak dengan beragam alasan. “Belasan pelajar yang kami amankan saat razia kasih sayang ini rata-rata masih SLTA,” ujar Sapari kepada wartawan, Selasa (26/7/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”razia-pelajar”]
Tak hanya berontak dan mengelak, lanjut Sapari, sebagian dari mereka juga ada yang kabur. Mereka lari melalui jalan tikus menuju ke sekolahnya. “Razia kali ini kita menyasar warung-warung yang ditengarai jadi tempat bolos pelajar, di antaranya di Jalan Veteran, Jalan Soewoko dan Desa Made. Kawasan ini masuk dalam kota Lamongan,” sebutnya.
Sebanyak 19 pelajar yang tertangkap diangkut ke kantor Satpol PP Lamongan. Selanjutnya, mereka diberikan pembinaan sekaligus sanksi untuk melakukan baris berbaris serta menyanyikan lagu wajib nasional. “Para pelajar yang terjaring ini diberi pembinaan secara khusus, juga diharuskan untuk menyanyikan lagu wajib, yakni Padamu Negeri,” bebernya.
Masih kata Sapari, 19 pelajar ini juga diminta untuk mengisi surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya lagi. “Kami minta untuk mengisi surat pernyataan agar tidak lagi bolos sekolah saat jam pelajaran sedang berlangsung. Nantinya juga akan memanggil pihak sekolah masing-masing,” pungkasnya. [riq/suf]






