Ponorogo (beritajatim.com) – Sedikitnya ada 4 kecamatan di di bumi reog yang penyuluh pertanian swadayanya dihubungi oleh oknum yang mengatasnamakan dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Ponorogo. Ya, oknum yang mengatasnamakan dari BKD Ponorogo itu mengaku bisa mengangkat para penyuluh swadaya itu, untuk menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Calo PPPK itu berupaya menipu penyuluh swadaya di Kecamatan Bungkal, Sawoo, Slahung dan Jenangan. Oknum ini menjanjikan bisa mengangkat menjadi PPPK asal di penyuluh swadaya tersebut, menyetorkan sejumlah uang terlebih dahulu. Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) Kabupaten Ponorogo Masun dengan tegas menyebut bahwa itu merupakan upaya penipuan terhadap penyuluh swadaya tersebut.
Awal mula upaya penipuan itu terungkap, saat Masun mendapatkan laporan dari koordinator masing-masing penyuluh swadaya di kecamatan. Bahwa ada beberapa penyuluh swadaya di 4 kecamatan tersebut yang dihubungi lewat telepon yang mengaku dari BKD Ponorogo. Dalam komunikasi itu, intinya penyuluh swadaya itu berpeluang diangkat PPPK asal mentransfer sejumlah uang.
BACA JUGA:
Tertipu Teman Kencan dari Aplikasi Tinder, Mobil Dokter Muda Ponorogo Amblas
“Usai mendapatkan laporan itu, saya langsung konfirmasi kepada BKPSDM Ponorogo.Pihak BKPSDM menyebut bahwa tidak ada pengangkatan pegawai tahun ini,” kata Kepala Dipertahankan Kabupaten Ponorogo Masun, ditulis Kamis (9/3/2023).
Masun menjelaskan bahwa penyuluh swadaya merupakan anggota kelompok tani yang dinilai anggota lainnya lebih berkompeten. Sehingga mereka sering ditunjuk oleh Dinas Pertanian untuk membantu menyampaikan ilmu pertanian kepada para petani lainnya. Sehingga, jika ada pelatihan, Dinas Peetanian memberangkatkan mereka. Dengan harapan nantinya ilmu dari pertanian itu ditularkan kepada petani lainnya. Mereka itu tidak digaji, baik itu dari APBD maupun APBN.
“Ya bisa dibilang penyuluh swadaya ini sebagai relawan karena memang tidak dijaga. Kalau melihat aturan, ya mereka tidak bisa diangkat jadi PPPK. Tetapi yang lebih kompeten untuk menjelaskan ini ya dari BKPSDM,” katanya.
BACA JUGA:
Bos Investasi Sapi Bodong di Ponorogo Dulunya Penjual Nasi Goreng
Untuk diketahui sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Ponorogo Andy Susetyo juga menyatakan persolaan tersebut merupakan upaya penipuan yang menyasar kepada penyuluh swadaya di Ponorogo.
Andy menegaskan bahwa tidak ada pengangkatan PPPK melalui pola yang seperti itu. Melainkan polanya harus dengan pendaftaran dan tes. Seperti yang saat ini berjalan, yakni pada seleksi PPPK tenaga teknis. “Tidak ada jalur khusus, pemberkasan langsung diangkat dan apalagi membayar sejumlah uang, itu tidak ada. Jelas penipuan itu,” tegas Andy. [end/suf]






