Jember (beritajatim.com) – Sebagian jalan di Kabupaten Jember mulai rusak. Bupati Hendy Siswanto meminta masyarakat agar bisa jalan yang menjadi membedakan kewenangan Pemerintah Kabupaten Jember dengan kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Teman-teman harus bisa membedakan. Ada jalan provinsi, ada jalan nasional. Banyak jalan yang rusak sekarang adalah jalan provinsi. Penanggungjawabnya pemerintah provinsi,” kata Hendy, ditulis Kamis (9/3/2023).
“Kami kalau memperbaiki jalan yang rusak itu, justru kurang tepat dan salah. Itu tidak bisa diinventarisasi. Tidak bisa masuk aset. Maka itu kami hanya bisa membuat surat kepada teman-teman pemprov untuk mengingatkan terus,” kata Hendy.
BACA JUGA:
DPRD Jember: Percepatan Pembangunan Pelabuhan Puger Bisa Tekan Kerusakan Jalan
Sementara untuk jalan-jalan kabupaten, pemerintah daerah setempat sudah mulai merawat. “Kami sudah punya tiga tim unit reaksi cepat. Di situ satu mobil dilengkapi aspal dan 14 orang. Langsung bergerak,” kata Hendy.
Rencananya dalam acara Jember Berbagi, Bupati Hendy akan membawa tim unit reaksi cepat tersebut. “Sambil jalan, sambil cari lubang. Menutup. Ngabuburitnya biar ada manfaatnya buat semua. Sedangkan untuk pekerjaan proyek, masih belum mulai. Kami akan melakukan strategi pengaturan kembali anggaran kita. Jangan sampai kelewatan,” katanya.
Rencananya, pengaspalan jalan kembali hingga ke pelosok Jember akan dimulai pada April 2023. “Dan itu belum semua. Belum maksimal, karena uangnya tidak cukup,” kata Hendy.
BACA JUGA:
Rusak Parah, Jalan Ambulu Jember Sepanjang 885 Meter Akhirnya Dibeton
Sebelumnya, Ketua Komisi C DPRD Jember Budi Wicaksono meminta agar kondisi jalan dievaluasi jelang lebaran. “Unit reaksi cepat masih belum berjalan karena material (aspal) tidak ada. Menjelang Ramadan dan hari raya, kalau ada jalan berlubang, masyarakat pasti mengeluh,” katanya.
Budi sudah menghubungi Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air untuk segera menangani. “Unit reaksi cepat masih menunggu pengadaan barang aspal, karena stok habis untuk tambal sulam jalan-jalan di desa-desa. Perlu penyikapan cepat,” katanya. [wir/suf]






