Banyuwangi (beritajatim.com) – Bupati Ipuk Fiestiandani kembali meneruskan program bantuan bagi pelajar kurang mampu. Kali ini, menyerahkan bantuan uang saku pelajar kurang mampu. Pihaknya berharap dengan bantuan tersebut dapat menjaga bahkan mendorong spirit belajar mereka.
“Uang saku ini bisa dipergunakan bekal mereka bersekolah. Kami juga memerintahkan Dinas Pendidikan untuk terus memonitor apa yang harus dibantu agar mereka bisa memiliki pendidikan yang tinggi,” kata Bupati Ipuk Fiestiandani, Selasa (28/2/2023).
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Suratno menjelaskan tahun ini ada tujuh program untuk menopang pendidikan pelajar tidak mampu. Rinciannya, berupa bantuan biaya hidup (personalia) diberikan kepada 840 siswa tidak mampu, Garda Ampuh disasarkan bagi 975 siswa, bantuan uang transport juga diberikan kepada 600 siswa tidak mampu, juga bantuan alat pembelajaran untuk siswa miskin senilai Rp 1,2 miliar.
Sedangkan uang saku pelajar kurang mampu diberikan kepada 564 orang, beasiswa bagi mahasiswa berprestasi bagi pelajar kurang mampu dialokasikan untuk 80 orang. Banyuwangi juga menganggarkan beasiswa bagi mahasiswa peserta program Banyuwangi Cerdas sebanyak 300 orang.
“Untuk bantuan uang saku pelajar kurang mampu kepada anak-anak kami di SDN 8 tadi sebesar Rp 3,2 juta per tahunnya. Kalau untuk siswa SMP Rp 4,4 juta, sementara SMA sederajat Rp 5,7 juta,” kata Suratno.
Suratno menyebut, program itu saling mendukung dengan program lainnya. Seperti program Siswa Asuh Sebaya (SAS). Setiap pekan, siswa dengan uang jajan lebih dapat menyisihkan sebagian untuk dikumpulkan ke bendahara kelas.
Uang yang terkumpul akan diberikan ke siswa kurang mampu. Di antaranya berupa uang atau barang yang mereka butuhkan untuk menunjang kebutuhan sekolah siswa.
Bahkan, program SAS ini telah berkembang menjadi Sekolah Asuh Sekolah. Yaitu sekolah yang kelebihan dana SAS akan diberikan ke sekolah lain yang masih membutuhkan bantuan untuk siswanya yang kurang mampu.
“Kadang tangan pemkab tidak cukup jauh menjangkau kebutuhan pendidikan seorang siswa, maka lewat SAS ini kami harapkan bisa menambal kebutuhan mereka. Seperti siswa SDN 8 Jambewangi itu, juga kami belikan tas dan buku-buku penunjang pelajaran dengan memakai dana SAS,” jelas Suratno saat pemberian bantuan uang saku pelajar kurang mampu di SDN 8 Jambewangi. (rin)






