Jember (beritajatim.com) – Safari Ramadan ke pondok pesantren dan desa di Kabupaten Jember, Jawa Timur, akan menjadi kegiatan rutin Bupati Hendy Siswanto selama bulan suci ini.
Ia ingin mencari masukan untuk pemberdayaan pesantren dan santri.
Hal ini diungkapkan Hendy Siswanto kepada beritajatim.com, Minggu (3/4/2022). “Kami akan menyapa pondok pesantren. Kami akan datang ke pesantren-pesantren dan ke para kiai untuk membicarakan santri-santri kita,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Jember memiliki rencana menggelar pasar santri di alun-alun. “Nanti teman-teman santri kita yang sudah selesai mengaji dan mondok, nanti akan mengerjakan apa. Kami sedang menelusuri itu dan mencari solusi cepat untuk itu,” kata Hendy.
Pesantren mendapat perhatian khusus dalam pemerintahan pasangan Hendy Siswanto dan Muhammad Balya Firjaun Barlaman. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026 disebutkan, pondok pesantren dan kiai menjadi agen yang menghubungkan antara pemerintah dan masyarakat.
“Perumusan kebijakan pembangunan harus berbasiskan kearifan lokal dengan karakteristik seni budaya, kewilayahan, keagaamaan, dan dunia pesantren yang menjadi identitas Kabupaten Jember,” demikian teks di RPJMD.
Hendy-Firjaun ingin menuntaskan kemiskinan struktural dan kultural di semua wilayah. RPJMD menyebutkan: ‘Misi ini sangatlah jelas untuk memperbaiki taraf hidup masyarakat Jember. Potensi daerah akan dimanfaatkan seluas-luasnya khususnya bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat kelas kecil (wong cilik). Misi ini menjadi pijakan inisiatif semua pihak, khususnya pemerintahan Kabupaten Jember, dan tidak terkecuali pondok pesantren, untuk mampu menyediakan akes perekonomian — lapangan pekerjaan maupun sarana prasarana produktifitas masyarakat.
Menjabarkan visi dan misi mereka, ada kegiatan tematik Wes Wayahe Pesantren Berdaya dalam RPJMD. Pemkab Jember memfasilitasi wirausahawan pesantren, koperasi pesantren, dan festival inovasi dan kepeloporan santri.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemkab-jember”]
Selain bersafari keliling pesantren, Hendy akan bersafari ke desa-desa. “Kami punya program ‘Wes Wayahe Jember Berbagi’. Kami akan berkeliling ke desa-desa selama Ramadan, sambil berbagi kepada masyarakat dan saudara-saudara kami yang lain,” katanya.
Hendy akan mulai berkeliling ke desa-desa sejak jam sebelas siang. “Ada sekitar 120 desa yang akan kami kelilingi. Setelah jam sebelas kami keliling. Salat di masjid. Ada empat masjid untuk salat duhur, asar, magrib, dan isyak. Di sela-sela itu, kami berbagi sembako, bantuan langsung tunai, dan berbagi untuk musala dan masjid,” katanya.
Hendy akan mengajak komunitas dan pemangku kepentingan lainnya untuk ikut serta dalam kegiatan tersebut. “Terserah apakah mau bergabung dengan kami. Tidak ada rapat khusus. Isinya hanya berbagi dan menyapa warga. Say hello dan salat serta tarawih bersama mereka,” katanya.
Program ini menjadi pilihan selama Ramadan karena Hendy merasa harus selalu mendekat ke warga untuk mengetahui kondisi mereka di tengah berakhirnya pandemi. “Sekalian mengecek sarana dan prasarana seperti pekerjaan perbaikan jalan dan lain-lain. Ini penting sekali di bulan suci Ramadan,” katanya. [wir/ted]






