Gresik (beritajatim.com) – Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani beserta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) berziarah ke makam Sunan Giri, dan Bupati Pertama Gresik, Kyai Kanjeng Pusponegoro. Selain ke makam tersebut, bupati beserta rombongan juga berziarah ke makam Sunan Prapen dan Maulana Malik Ibrahim untuk mendoakan agar masyarakat Gresik terbebas dari bencana alam.
“Ziarah ini juga dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Gresik ke 49 dan Kota Gresik ke 536. Tradisi seperti ini rutin setiap tahun dilakukan sekaligus menghormati leluhur pendiri Kota Gresik,” ujar Gus Yani sapaan akrab Bupati Gresik, Selasa (7/03/2023).
Mantan Ketua DPRD Gresik itu mengatakan, ziarah pertama dilakukan ke makam Wali Allah Sunan Giri. Kemudian berlanjut ke makam Sunan Prapen serta ke makam Maulana Malik Ibrahim yang satu kompleks dengan makam Bupati Gresik pertama Kyai Tumenggung Pusponegoro. “Meskipun sudah masuk era globalisasi tradisi ziarah ke makam Sunan Giri dan Maulana Malik Ibrahim tidak boleh ditinggalkan,” katanya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-gresik”]
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga (Disparbudkerafpora) drg Syaifuddin Ghozali menyatakan saat ini dua makam tersebut menjadi andalan wisata religi pemerintah daerah. “Wisata religi itu sudah terkenal di mata wisata Nusantara. Tidak heran setiap menjelang Bulan Ramadhan selalu ramai dikunjungi,” ungkapnya.
Ia menambahkan, selain dua makam Sunan Giri dan Maulana Malik Ibrahim. Kabupaten Gresik sebenarnya juga punya sejumlah situs peninggalan islam yang bisa dijadikan wisata religi baru. “Gresik dikenal sebagai ikon kota santri. Tidak heran jika banyak peninggalan kerajaan islam yang tersisa,” imbuhnya.
Masih menurut Syaifuddin Ghozali, terkait dengan itu. Kedepan pihaknya akan menginventaris lagi peninggalan situs kerajaan islam yang nantinya dijadikan wisata religi. “Kita inventaris lagi mengingat di Kabupaten Gresik masih banyak wisata yang belum tergali kemudian dijadikan wisata religi yang baru,” pungkas Ghozali. [dny/kun]






