Ringkasan Berita:
- Baru sekitar 70 BUMDesa di Bangkalan yang aktif
- Total desa dan kelurahan mencapai 281 wilayah
- Bupati dorong tiap desa punya produk unggulan
- Sinergi dengan program Koperasi Desa Merah Putih diperkuat
Bangkalan (beritajatim.com) -Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, mengungkapkan kinerja Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) di wilayahnya masih belum optimal. Dari total 281 desa dan kelurahan, baru sekitar 70 BUMDesa yang tergolong aktif.
Jumlah tersebut terdiri dari 273 desa dan 8 kelurahan yang tersebar di seluruh wilayah Bangkalan. Kondisi ini menunjukkan masih banyak BUMDesa yang belum berfungsi maksimal sebagai penggerak ekonomi di tingkat desa.
“Dari sekian banyak BUMDesa yang ada, baru sekitar 70 yang tergolong aktif. Ini perlu menjadi perhatian bersama agar ke depan lebih banyak lagi yang bisa berkembang,” ujar Lukman, Jumat (24/4/2026).
Menurutnya, BUMDesa memiliki peran strategis sebagai lokomotif perekonomian desa, sehingga pengelolaannya perlu diperkuat dan dioptimalkan.
Ia mendorong setiap desa untuk mampu menggali potensi lokal dengan menghadirkan minimal satu produk unggulan yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan melalui BUMDesa.
Selain itu, Lukman juga menekankan pentingnya sinergi dengan program pemerintah pusat seperti Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Menurutnya, program tersebut dapat menjadi mitra strategis dalam memperkuat ekonomi desa.
“BUMDesa dan Koperasi Desa Merah Putih bukan untuk saling menggantikan, tetapi saling melengkapi. Jika disinergikan dengan baik, keduanya akan memperkuat ekonomi masyarakat desa,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Bangkalan juga berkomitmen memberikan dukungan bagi BUMDesa yang ingin mengembangkan usaha, terutama dalam pemenuhan kebutuhan alat produksi.
“Ini nanti kita bantu, yang penting harus dikembangkan dan produknya nanti bisa dipasarkan ke pasar modern,” pungkasnya. [sar/beq]






