Gresik (beritajatim.com) – Selama Bulan Ramadhan jumlah pendonor di Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Gresik menurun drastis. Untuk mengantisipasi hal itu, PMI setempat memberikan sembako bagi masyarakat yang rela mendonorkan darahnya.
Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Gresik Izzuddin Syahbana menuturkan, selama Bulan Ramadhan jumlah pendonor mengalami penurunan meski tidak banyak. Tapi, untuk menjaga agar stok darah tetap stabil, pihaknya menyediakan sebanyak 1.500 paket sembako buat pendonor.
“Untuk sembako kami menggandeng sejumlah perusahaan di wilayah Kabupaten Gresik,” tuturnya, Kamis (30/03/2023).
Ia menambahkan, terkait dengan ini pihaknya juga akan kerjasama dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI). Langkah ini diambil untuk menarik pendonor. Nantinya seluruh masjid di Kecamatan Kebomas dibuka donor darah mulai 7-15 April 2023.
“Untuk DMI sudah ada beberapa pengurus takmir masjid yang bersedia kerjasama dengan PMI Gresik,” imbuhnya.
BACA JUGA:
Kemiskinan dan Pengangguran Terbuka di Gresik Turun Drastis
Saat ini lanjut dia, stok darah yang tersedia aman. Hanya saja stok untuk trombosit yang minim. “Khusus trombosit produksi hariannya hanya 15 kantong,” ungkap Izzuddin.
Kendati demikian, PMI Gresik optimis apabila saat hari Raya Idul Fitri mendatang stok darah bakal aman. Apabila kebutuhan darah diperlukan sewaktu-waktu, stok tersedia.
“Permintaan darah harian berkisar 50-80 kantong. Sedangkan produksi darah harian sekitar 40-50 kantong. Untuk menutupi kekurangan itu, kami melakukan jemput bola seperti kerjasama dengan masjid hingga memberikan sembako,” katanya.
BACA JUGA:
Buka Larut Malam, Pramusaji Warkop di Gresik Kena Razia
Berdasarkan data PMI Gresik, stok darah saat ini berjumlah 746 kantong. Dari jumlah itu, rinciannya golongan darah A 212 kantong, golongan darah B 189 kantong, O 250 kantong, dan AB 95 kantong.
“Untuk golongan darah AB ini stoknya sedikit, tapi permintaannya juga sedikit,” tandas Izzuddin. [dny/but]






