Gresik (beritajatim.com) – Bukit kapur di Desa Prupuh, Kecamatan Panceng, Gresik, mengalami longsor. Namun, kejadian ini dibantah oleh pengelola bukit kapur dari PT Manggala melalui perwakilannya yang bernama Sigit. Bukit itu sengaja dilongsorkan untuk mengurangi resiko bahaya. “Tidak longsor, tapi sengaja dilongsorkan,” ujarnya, Senin (15/05/2023).
Menurut Sigit, pihaknya membantah penyebab longsor itu diakibatkan sering ditambang menggunakan alat berat serta memakai ledakan dinamit.
Imbas kejadian ini, dirinya menuding pihak yang mengambil gambar video viral itu tidak mengetahui keadaan sebenarnya. Sehingga, terkesan ada kepanikan di lokasi. “Jadi yang mengambil gambar tidak tahu kondisi sebenarnya. Padahal, itu sengaja dilongsorkan dan baru pertama kali,” kata Sigit.
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/hukum-kriminal/warga-menganti-gresik-terlibat-kasus-pencabulan/
Kendati demikian, prosedur kegiatan penambangan yang dilakukan di daerah tersebut sangat membahayakan. Pasalnya, tidak ada sistem standar keselamatan kerja yang dipakai pekerja di lapangan.
Sebelumnya kejadian longsor ini sempat viral di medsos saat ada aktivitas penambangan galian C pada Jumat (12/5). Beruntung, peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa. Operator alat berat Roni mengatakan, kronologi kejadian tersebut saat sopir dan operator sedang beristirahat
“Ya, benar kejadian longsor terjadi sekitar jam 14.00. Di wilayah itu sering dilakukan penambangan. Bahkan, gunung kapur yang sebelumnya terlihat kokoh dan stabil, kini mulai mengalami erosi. Ini yang membuat terjadinya longsor,” katanya.
Sebagai informasi, tambang gunung kapur di Desa Prupuh tersebut diklaim memiliki izin resmi dan sudah beroperasi sejak 2020 lalu. Sesuai papan nama pintu masuk, izin usaha pertambangan atas nama PT Krisna Cakra Cyrilla yang bekerjasama dengan pihak ketiga bernama Cahyo, dari PT Manggala. [dny/kun]






