Banyuwangi (beritajatim.com) – Baru-baru ini Banyuwangi menggelar job fair di selama tiga hari di GOR Tawangalun. Ada 70 perusahaan dan 1.800-an lowongan pekerjaan ditawarkan.
Tidak hanya tersedia bagi kalangan warga normal namun juga memberikan kesempatan yang sama bagi warga disabilitas.
Akan tetapi, itu hanya bagian kecil dari keseriusan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam mengakomodir para pencari kerja. Ada hal lain yang ditawarkan untuk mengatasi masalah warganya yang belum bekerja atau pengangguran.
Salah satunya, Pemkab menggelar Program Ayo Kursus. Yakni sebuah program pelatihan kerja bagi SDM daerah.
Tak tanggung-tanggung, sebanyak 1400 orang telah lulus pelatihan berbagai bidang kerja sepanjang 2022 lalu. Di program ini, tersedia berbagai pelatihan yang bisa diikuti.
Mulai dari mencukur rambut (barbershop), menjahit, digital marketing, hingga pemberian bantuan alat usaha.
BACA JUGA:
Warga Banyuwangi Cuan dari Tanam Bawang Merah Semi Organik
Selain itu, Pemkab juga rutin menggelar inkubasi pengusaha muda melalui program Jagoan Banyuwangi. Anak-anak muda Banyuwangi diberikan mentoring cara berbisnis di era digital, hingga stimulus modal usaha senilai ratusan juta rupiah.
“Dengan berbagai program yang kita lakukan ini harapannya tidak hanya mengandalkan lowongan pekerjaan tapi juga bisa membuka lapangan kerja mandiri,” terang Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.
BACA JUGA:
Bupati Ipuk: Pendidikan Jadi Program Prioritas Banyuwangi
Jadi, job fair Banyuwangi bukanlah satu-satunya cara untuk mengakomodir para pencari kerja. Melainkan, Pemkab telah memberikan berbagai stimulan bagi warganya untuk terlepas dari pengangguran.
“Kami menyadari kalau lowongan kerja di perusahaan jumlahnya masih terbatas. Untuk itu Banyuwangi melakukan berbagai cara untuk menciptakan peluang kerja selain menyediakan lowongan pekerjaan. Seperti dengan memberikan pelatihan dan berbagai wadah kreativitas,” pungkas Ipuk. [rin/beq]






