Kediri (beritajatim.com) -Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar berharap Kota Kediri menjadi kota yang inklusif. Hal itu diungkapkan Wali Kota Kediri saat membuka peringatan Hari Disabilitas Internasional di Kota Kediri di Kampus IV UNP Kediri. Kegiatan ini diikuti oleh organisasi disabilitas di Kota Kediri. Menariknya, acara ini memberikan ruang bagi disabilitas untuk menunjukkan bakat dan juga kreativitasnya. Seperti dengan penampilan grup band dan tari.
“Saya mengajak kepada seluruh instansi di Kota Kediri dan seluruh masyarakat untuk memberikan ruang kepada teman-teman disabilitas. Saya melihat karya teman-teman disabilitas ini juga bagus-bagus dan tidak bisa dipandang sebelah mata. Karya dari para tuna netra ini adalah kaset dan teman-tema tuna rungu jahitannya juga bagus,” ujarnya.

[berita-terkait number=”4″ tag=”kota-kediri”]”Kantor-kantor harus mulai punya karyawan dari disabilitas. Artinya kita harus membuka ruang untuk itu tidak hanya memberikan bantuan saja tapi mereka juga butuh kerja. Kita akan kerjasama dengan mereka apa yang kira-kira bisa dikerjakan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Kediri Paulus Luhur Budi menjelaskan Pemerintah Kota Kediri memiliki kepedulian terhadap disabilitas. Pemerintah Kota Kediri memberikan bantuan sosial serta bantuan alat untuk lebih mudah akses dengan lingkungan sosialnya. Semua untuk menunjang aktivitas dari disabilitas.

Kegiatan ini mendapat sambutan baik dari disabilitas. Salah satunya, Sriana dari Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI). Menurutnya kegiatan ini memberikan banyak keuntungan bagi disabilitas. Hasil karya dari teman-teman disabilitas dipamerkan.
“Banyak sekali bantuan dari Pemerintah Kota Kediri yang diberikan. Selain mendapat bantuan sosial Pemerintah Kota Kediri juga mendukung kegiatan-kegiatan dari disabilitas. Semoga ke depan disabilitas lebih baik dan lebih maju lagi,” ujarnya.

Turut hadir Kepala OPD terkait, perwakilan KPwBI Kediri, guru SLB, organisasi disabilitas dan tamu undangan lainnya. [nm/kun]






