Magetan (beritajatim.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan bersama relawan terkait membersihkan sungai Sidodadi yang terletak di Desa Ngelang, Kartoharjo, Magetan, Jawa Timur, Sabtu (5//11/2022).
Sungai tersebut diketahui kerap meluap jika air di Bengawan Madiun melimpah. Sehingga, area persawahan dan perkebunan yang ada di sekitarnya terendam air banjir.
Terakhir sungai tersebut meluap pada 22 Oktober 2022 lalu. Akibatnya area persawahan dan perkebunan seluas 20 hektar terendam.
Kalaksa BPBD Magetan Ari Budi Santosa membenarkan jika pihaknya dengan mengajak instansi terkait melakukan pembersihkan sungai tersebut.
Selain adanya banyak sampah, aliran air jadi tak lancar imbas adanya rumpun bambu besar yang menyumbat aliran sungai.
“Giat ini bertujuan pembersihan material sampah berupa sampah rumah tangga dan ranting-ranting pohon, agar steril dari area sungai, dan juga agar tidak menghambat aliran sungai tersebut, sehingga terhindar dari bencana banjir luapan,” kata Ari pada beritajatim.com, Sabtu (5/11/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”bpbd-magetan”]
Ari mengatakan jika upaya tersebut adalah salah satu upaya mitigasi bencana dan kesiapsiagaan terhadap bencana hidrometeorologi yang ditimbulkan di sekitar Sungai Sidodadi khususnya di wilayah Desa Ngelang.
“Untuk hari ini, di Sungai Sidodadi saja mbak, tapi untuk kelanjutannya akan ada sungai lain yang akan dibersihkan, kami akan jadwalkan,” lanjut Ari.

Pembersihan Sungai Sidodadi Desa Ngelang Kecamatan Kartoharjo itu diikuti oleh seluruh Karyawan dan Karyawati BPBD Kabupaten Magetan, TNI, Polri, Dinas PUPR, Kecamatan Kartoharjo, Potensi Relawan Ilham Rescue, Forum Sungai, Perangkat Desa Ngelang dan masyarakat setempat.
Diketahui, sebelumnya sebanyak 20 hektar tanaman padi dan tebu di Desa Ngelang, Kartoharjo, Ngawi, Jawa Timur, terendam air luapan Sungai Ngelang pada Sabtu (22/10/2022). Padahal, mayoritas tanaman padi sudah berusia 80 hari atau mendekati panen raya.
Maryono, Ketua Satgas Early Warning System (EWS) Desa Ngelang membenarkan jika air luapan Sungai Ngelang sudah menggenangi sawah tersebut sejak Sabtu dini hari. Air sungai meluap imbas melimpahnya air dari Bengawan Solo sehingga aliran air kembali ke Sungai Ngelang.
“Saat itu yang tergenang adalah tanaman padi dan tanaman tebu dan sudah tergenang sejak Sabtu dini hari. Usia tanaman padi sudah sekitar 80 hari, jadi sekitar dua minggu lagi sudah bisa dipanen. Kalau untuk tanaman tebu baru usia tanam,” kata Maryono saat ditemui di lokasi, Sabtu (22/10/2022). (ted)






