Bojonegoro (beritajatim.com) – Pemilih yang tercatat sebagai penyandang disabilitas psikososial dalam Pemilu 2024 terbesar dari Kecamatan Bojonegoro. Mereka diharapkan bisa menggunakan hak pilihnya saat pencoblosan pada 14 Februari 2024 mendatang.
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bojonegoro Divisi Data dan Perencanaan Muchlisin mengatakan, jumlah pemilih disabilitas psikososial secara keseluruhan ada sebanyak 1.585 orang. Dari jumlah tersebut, terbanyak ada di Kecamatan Bojonegoro dan Kepohbaru.
Muchlisin mengemukakan, pemilih dalam Pemilu 2024 yang masuk dalam disabilitas psikososial, pikiran, serta perilakunya terganggu tersebut di Kecamatan Bojonegoro jumlahnya capai 107 orang. Sementara, di Kecamatan Kepohbaru jumlahnya sebanyak 105 orang.
“Untuk jumlah penyandang disabilitas psikososial di Kabupaten Bojonegoro yang bakal mencoblos dalam Pemilu 2024 paling sedikit ada di Kecamatan Kedewan. Jumlahnya sembilan orang saja,” ujar Komisioner KPU Bojonego berdomisili di Desa Sukorejo, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro itu.
Terpisah, Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kepohbaru Ahmad Zaenuri mengatakan, dengan banyaknya pemilih disabilitas psikososial ini, pihaknya mengaku telah melakukan koordinasi dengan panitia pemungutan suara (PPS) agar mereka bisa menggunakan hak pilihnya.
Salah satunya, lanjut dia, pihaknya dan PPS terus melakukan sosialisasi ke keluarga penyandang disabilitas mental agar memiliki cukup orientasi untuk menggunakan hak pilihnya. “Terutama, agar penyandang disabilitas mental mengetahui program atau sekedar kenal para peserta Pemilu 2024. Sehingga tetap mencoblos sesuai pilihannya,” pungkasnya. (Lus/Aje)






