Bojonegoro (beritajatim.com) – Guna mengidentifikasi kemunculan buaya beberapa kali di tepian Sungai Bengawan Solo turut Desa Kebonagung Kecamatan Padangan Kabupaten Bojonegoro, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kabupaten Bojonegoro turun ke lokasi.
Kepala Resort BKSDA Bojonegoro Iksan mengatakan, pihaknya belum berani menyimpulkan satwa yang muncul ke permukaan Sungai Bengawan Solo turut Desa Kebonagung Kecamatan Padangan itu merupakan seekor buaya. Sebab, saat terjun ke lokasi tidak nongol ke tepi sungai.
“Untuk kemunculan satwa yang diduga buaya itu belum bisa dipastikan buaya atau tidak,” ujarnya, Rabu (14/12/2022).
Iksan menambahkan, Sungai Bengawan Solo sendiri menurutnya bukan merupakan habitat buaya. Namun, kalaupun ada, karakter buaya sungai biasanya kalau tidak diganggu tidak memiliki perlawanan. Karena, lanjut dia, buaya sungai tidak memiliki sifat liar.
[berita-terkait number=”3″ tag=”buaya”]
“Meski begitu, kami mengimbau kepada warga setempat agar lebih berhati-hati saat melakukan aktifitas di sekitar sungai yang sering ditempati satwa tersebut,” imbuhnya.
Sementara Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bojonegoro Ahmad Gunawan mengungkapkan, buaya yang muncul beberapa kali ke permukaan sungai terpanjang di pulau Jawa itu diduga ada tiga ekor. Kemunculan buaya itu sudah terjadi seminggu terakhir.
Sejak tiga hari terakhir ini, pihak Damkarmat Kabupaten Bojonegoro telah menerjunkan personel ke lokasi untuk menangkap buaya tersebut. Hari ini, personel Damkarmat memasang perangkap simpul jerat disertai umpan. “Harapannya umpan tersebut bisa memancing buaya,” terangnya. [lus/suf]






