Banyuwangi (beritajatim.com) – Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pusat memilih Banyuwangi sebagai pilot project di program terbarunya. Satu program itu yakni, pengembangan Aplikasi Elsiminl (Elektronik Siap Nikah dan Hamil). Ini merupakan aplikasi skrining, pendampingan, dan pencegahan stunting bagi calon pengantin.
“Elsimil merupakan strategi pencegahan stunting dari hulu,” jelas Konsultan Ahli Program Pembangunan Keluarga, Kedeputian Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) BKKBN, dr. Riyo Kristian Utomo, Senin (16/8/2021).
Menurutnya, aplikasi ini berfungsi sebagai alat skrining untuk mendeteksi faktor risiko pada calon pengantin. Tujuannya memastikan setiap calon pengantin berada dalam kondisi ideal untuk menikah dan hamil.
[berita-terkait number=”5″ tag=”BKKBN”]
“Aplikasi ini juga menghubungkan calon pengantin dengan petugas pendamping, media edukasi tentang kesiapan menikah dan hamil terutama yang terkait faktor risiko stunting, dan alat pantau kepatuhan calon pengantin dalam melakukan treatment peningkatan stratus gizi untuk mempersiapkan kehamilan yang sehat,” katanya.
Nantinya, kata Priyo, aplikasi berbasis web dan mobile application itu wajib didownload dan diisi oleh setiap calon pengantin. Sementara Banyuwangi telah menerapkan ini di wilayah Kecamatan Sempu.
“Kegiatan dilakukan secara tatap muka dengan metode ceramah, praktik penggunaan aplikasi dan simulasi pendampingan, dan diskusi bersama sejumlah calon pengantin,” terangnya.
Mengapa pilih Banyuwangi, kata Riyo, lantaran daerah ini memiliki kampung Keluarga Berencana (KB) yang pernah meraih nominasi 5 besar nasional pada tahun 2019 lalu. Selain itu, kinerja para kader dan penyuluh lapangan KB di Banyuwangi juga dinilai baik. “Sehingga menjadi pertimbangan tersendiri bagi BKKBN pusat,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Ipuk sangat mengapresiasi upaya BKKBN pusat dalam percepatan penurunan stunting di Indonesia.
“Iya, kemarin Sabtu kami bertemu tim BKKBN. Kami siap mendukung kebijakan pusat, termasuk upaya penurunan stunting ini,” kata Ipuk, Senin (16/8/2021).
Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyebut masalah stunting masih menjadi isu besar yang harus diatasi bersama. “Maka sinergi antara pusat dan daerah harus terus diperkuat untuk menyelesaikan permasalahan ini. Semoga nantinya Elsimin bisa membantu menurunkan stunting,” kata Ipuk.
Lebih dari itu, BKKBN juga mendatangkan tim ke Banyuwangi. Di antaranya Dr. dr. Brian Sriprahastuti (Tenaga Ahli Utama pada Kantor Staf Presiden RI), dr. Victor Palimbong (Direktur Bina Ketahanan Remaja, BKKBN Pusat), Tim Pengembang Aplikasi, dan Tim Direktorat Bina Ketahanan Remaja BKKBN Pusat. (rin/kun)






