Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto menegaskan, penanganan kemiskinan dan kematian ibu dan bayi saat melahirkan adalah prioritas utama Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur. Kondisi perekonomian daerah harus diperbaiki segera.
“Konkretnya begini. Yang harus kita lakukan pertama adalah (pembuatan) big data dulu. Bagaimana kondisi Jember yang sebenarnya. Berapa jumlah masyarakat Jember, kondisi kemiskinannya bagaimana? Ibu-Ibu dan anak-anak muda bagaimana kondisinya di pedesaan,” kata Hendy, saat menyampaikan pidato perdana sebagai bupati dalam malam silaturahmi dengan pejabat dan tokoh masyarakat, di Pendapa Wahyawibawagraha, Jumat malam (26/2/2021).
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-jember”]
Menurut Hendy, angka kematian ibu melahirkan dan bayi dikarenakan tidak jelasnya data pernikahan usia dini di Jember. Perempuan yang menikah dalam usia dini rawan mengalami persoalan saat melahirkan. “Itulah kenapa diatur oleh pemerintah soal usia melangsungkan pernikahan,” katanya.
Hendy mengingatkan kembali peran PKK dan posyandu. “Kader-kader posyandu kurang maksimal melaksanakan perannya. Yang tahu persoalan tentang ibu dan bayi di dusun-dusun adalah kader-kader posyandu,” katanya.
Hendy ingin ada bimbingan menyeluruh terhadap warga melalui program PKK dan posyandu. “Pemerintah daerah mendukung ibu-ibu PKK yang ingin bergerak di lingkungan masing-masing,” katanya. [wir/kun]






