Sumenep (beritajatim.com) – Siti Qamariyah (47), seorang guru SMP warga Desa Parsanga, Kecamatan Kota Sumenep, meninggal tertabrak truk di Jl. Raya Kabupaten, Desa Parsanga, Kecamatan Gapura, tepatnya di KM-6.
Salah satu warga sekitar, Ahmad menuturkan, kejadiannya berlangsung sangat cepat. Saat itu hujan baru saja turun. Siti Qomariah bersama dua anaknya yang masih SD, berhenti berteduh di sebuah warung, hendak memasang jas hujan.
“Tiba-tiba terdengar suara benturan sangat keras. Ternyata ada truk muat semen nyelonong ke kanan nabrak warung tempat pengendara sepeda motor ini berteduh,” katanya.

Ia mengatakan, sepeda motor korban ringsek tak berbentuk. Korban mengalami luka parah akibat diseruduk truk. “Dua anak korban ini terlempar ada di bawah truk. Tapi Alhamdulillah dua anak itu selamat. Semua korban langsung dibawa ke RSUD,” terangnya.
Sementara Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti S membenarkan terjadinya kecelakaan itu. Truk roda 6 nopol L 9423 UB yang dikemudikan Moh. Lutfi (34), warga Desa Meddelan, Kecamatan Lenteng dengan penumpang Junaidi (35), melaju dari barat ke timur.
Truk kemudian mendahului kendaraan yang searah didepannya. Sementara dari arah berlawanan melaju Honda Scoopy nopol M 6394 XA yang dikemudikan oleh Siti Qamariyah (47), warga Desa Parsanga Kecamatan Kota Sumenep. Siti Qamariyah membonceng dua anaknya, yakni Aqika Putri Sabrina (10) dan Haikal Saputra (7).
“Truk saat mau nyalip kendaraan di depannya ini diduga tidak punya ruang gerak yang cukup. Truk oleng dan melaju ke kanan, hingga menabrak warung dan korban yang mengendarai sepeda motor,” terangnya.
Akibat kecelakaan itu, pengemudi sepeda motor atas nama Siti Qamariyah meninggal. Sedangkan dua anaknya mengalami luka-luka dan saat ini masih dirawat di RSUD dr H. Moh. Anwar Sumenep. Sedangkan sopir truk dan penumpangnya tidak mengalami luka.
“Kedua kendaraan mengalami kerusakan. Warung yang ditabrak truk juga rusak di bagian depan,” ujar Widiarti. [tem/but]






