Jakarta (beritajatim.com) – Redaktur beritajatim.com, Yusuf Wibisono, mengikuti pelatihan pengembangan media digital dengan tajuk ‘Freedom of Religion or Belief Friendly Media’ yang digelar Suara.com bersama International Media Support (IMS).
Pelatihan yang juga menggandeng Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (SEJUK) ini digelar selama dua hari di kantor suara.com di kawasan Mega Kuningan Jakarta. Yakni mulai Rabu (9/3/2022) hingga Kamis (10/3/2022). Selain dari beritajatim, sebanyak 19 redaktur dari berbagai daerah di Indonesia juga mengikuti pelatihan tersebut.
“Program ini memberikan pendampingan terhadap media-media mitra terpilih Suara.com. Untuk meningkatkan pemahaman terkait konten bertema keberagaman, minoritas, dan kepercayaan yang banyak berkembang di Indonesia,” ujar Pemred Suara.com Suwarjono.
Hasil dari pelatihan ini adalah implementasi kebijakan dan panduan dalam meliput isu agama dan kepercayaan. Sebanyak 20 karya jurnalistik terkait isu keberagaman juga akan diberikan penghargaan. Untuk itu, dalam pelatihan tersebut peserta disuguhi berbagai materi.
Di antaranya, tentang jurnalis yang harus memiliki perspektif hak asasi manusia, kemudian soal teori-teori bagi wartawan yang akan meliputi isu perempuan, serta teknik menulis dengan gaya bercerita atau jurnalisme narasi. Forum berlangsung dinamis. Para peserta menyodorkan berbagai pertanyaan.
[berita-terkait number=”5″ tag=”beritajatim”]
Dalam kerangka tersebut, IMS memfasilitasi SEJUK untuk bisa berbagi pedoman meliput isu keberagaman. Hal itu diperlukan mengingat Indonesia adalah negeri yang memiliki keberagaman suku, agama, etnis, gender, dan lainnya.
“Untuk itu pers perlu memiliki sikap hormat terhadap keberagaman yang ada dan sikap tersebut tercermin mulai dari pemilihan ide liputan, pelaksanaan liputan, hingga penulisan isu soal keberagaman tersebut.
Sehingga pemberitaan pers tidak memuat prasangka, kebencian, dan mengobarkan konflik. Dengan pedoman ini pers dapat berkontribusi bagi penghormatan dan perlindungan hak asasi manusia,” ungkap Co-founder SEJUK Budi Kurniawan.
Project Manager IMS Eva Danayanti mengatakan, IMS saat ini bekerja di 40 negara yang tersebar di Asia, Eropa, dan Afrika. Kehadiran IMS di Indonesia akan fokus ke media dan jurnalis. “Fokus IMS untuk jurnalis yang profesional antara lain memperbaiki konten dan produk media,” katanya. [suf]






