Bojonegoro (beritajatim.com) – Memiliki hunian sendiri menjadi impian bagi hampir sebagian besar pasangan muda. Menurut Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2020 yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) kebutuhan hunian atau perumahan yang masih sangat tinggi ditunjukkan dari data backlog perumahan di angka 12,75 juta unit.
[berita-terkait number=”5″ tag=”ekonomi”]
Seperti yang diungkapkan Diah Vivi Astriani (28) warga Kelurahan Ledok Kulon Kabupaten Bojonegoro, Jumat (18/2/2022). Dia baru menjalani pernikahan sekitar 2,5 tahun lalu dan memiliki impian untuk memiliki perumahan sendiri. Meski tidak dipungkiri pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini juga berpengaruh terhadap pendapatan keluarganya.
Lingkungan perumahan yang layak dan sehat diharapkan bisa memberi dampak keberlanjutan bagi ekonomi maupun kesehatan keluarga. Sehingga, kebutuhan hunian yang menjadi impian keluarga kecilnya bisa terpenuhi, apalagi pemerintah telah memberikan subsidi perumahan, salah satunya melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Bank Perkreditan Rakyat (BPR). [lus/suf]






