Malang (beritajatim.com) – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Jawa Timur (Jatim) melakukan aksi peduli nusantara untuk membantu korban banjir di Kabupaten Trenggalek. Ada sejumlah kegiatan yang dilakukan diantaranya membantu evakuasi warga, melakukan pembersihan di rumah warga, dan membersihkan jalanan pasca banjir bandang.
Koordinator Daerah BEM Nusantara Jatim, Syahrul Ihza Ramadhan menjelaskan bahwa peran mahasiswa bukan hanya di dalam kampus. Namun, juga harus menanamkan kepekaan pada lingkungan sekitar. Caranya, dengan membantu sesama yaitu dengan bentuk kepedulian sosial pada korban bencana alam.
“BEM Nusantara Jatim mengadakan aksi Peduli Nusantara di daerah yang terdampak bencana alam. Kegiatan itu kami lakukan untuk membantu bencana banjir bandang dan longsor di daerah selatan provinsi Jatim salah satunya di Kabupaten Trenggalek dan beberapa lokasi lainnya dengan bencana alam sejenisnya. Ada banyak korban, mulai dari korban luka-luka hingga korban jiwa,” terangnya, Senin (17/10/2022).
[berita-terkait number=”3″ tag=”banjir-trenggalek”]
Kedepan, dia berharap mahasiswa di seluruh Jawa Timur agar lebih peduli terhadap sekitarnya sebagaimana tertuang dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi poin ketiga tentang pengabdian masyarakat. “Saya ingin mahasiswa menjadi lidah penyambung rakyat yang mampu berkontribusi nyata untuk memajukan kesejahteraan masyarakat dan mencerdaskan kehidupan bangsa,” imbuh Syahrul.
Senada dengan Syahrul, Ardian, koordinator aksi peduli nusantara menjelaskan soal dampak bencana alam yang perlu mendapat perhatian dari masyarakat, khususnya mahasiswa. “Bencana alam membuat hati kami teriris melihat saudara-saudara terdampak bencana alam yang merasakan kesakitan dan luka karena kehilangan keluarga dan harta bendanya atas bencana yang menimpa,” terang Ardian dalam penyampaian.
Dia mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang sudah ikut ambil bagian. “Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang sudah ikut ambil bagian dalam aksi bemnus jatim yang bertajuk nusantara peduli,” tutup Ardian. [dan/suf]






