Lumajang (beritajatim.com) – Alfianah (10) berharap, ayah kandungnya bisa segera ditemukan. Menurut Alfi, panggilan sehari-hari, sudah 7 hari ayahnya tidak diketahui keberadaannya. Saat kejadian, Alfi bersama ibunya, Marhamah (31), pergi ke rumah neneknya di Oro-oro Ombo, Pronojiwo, Lumajang.
Sementara ayahnya yang bernama Samsul Arifin, sedan bekerja di besuk atau sungai di Curah Koboan, Desa Supiturang, Pronojiwo, Kabupaten Lumajang.
[berita-terkait number=”5″ tag=”erupsi-semeru”]
“Ayah saat gunung meletus ada di besuk. Mencari pasir,” kata Alfi, usai berdoa di lereng Semeru, Dusun Curah Koboan, Jumat (10/12/2021).
Alfi bersama ibunya kini mengungsi di Oro Oro Ombo. Pelajar kelas 5 SD itu berharap, ayahnya segera pulang. “Kangen ayah, semoga bisa ditemukan,” tutur Alfi.
Saat erupsi Semeru, aktifitas penambangan pasir ketika itu cukup ramai. Diduga, masih banyak korban di areal penambangan pasir yang ada di Curah Koboan. Sejumlah truk pengangkut pasir juga banyak yang terkubur lahar Semeru. (yog/kun)






