Ponorogo (beritajatim.com) – Puluhan prajurit TNI dari Kodim 0802/Ponorogo melakukan salat gaib berjemaah untuk bencana alam wilayah Cianjur dan sekitarnya. Bencana alam gempa bumi bermagnitudo 5,6 yang terjadi pada hari Senin (21/11) kemarin, selain memporak-porandakan bangunan juga menelan korban jiwa. Bahkan jumlah korbannya sudah mencapai ratusan jiwa meninggal dan masih berpotensi bertambah.
“Tadi ada sekitar 54 personel yang ikut salat goib di masjid Makodim 0802/ Ponorogo,” kata Kasdim 0802/Ponorogo, Mayor Infantri Misirin, saat ditemui beritajatim.com usai melaksanakan salat goib, Selasa (22/11/2022).
Pelaksanaan salat goib jamaah prajurit dari Kodim 0802/Ponorogo ini, sebagai bentuk rada dukacita warga kodim atas bencana gempa bumi tersebut. Kegiatan ini juga sebagai bentuk rada memiliki dan satu kesatuan untuk berempati. “Sebagai bentuk belasungkawa kami, untuk korban-korban meninggal atas musibah bencana gempa bumi di Cianjur dan sekitarnya,” katanya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”kodim-0802″]
Selain pelaksanaan salat goib ini, Kodim 0802/Ponorogo juga berencana untuk penggalangan dana. Dimana hasil dari penggalangan dana itu, bakal dikirimkan dan diberikan kepada warga Cianjur dan sekitarnya yang terdampak gempa bumi. Tidak menutup kemungkinan, pihak Kodim 0802/Ponorogo juga akan memberangkatkan prajuritnya untuk membantu disana.
“Kami saat ini belum mengirim personel, masih menunggu status bencana dari Pemerintah. Namun, jika sewaktu-waktu dibutuhkan, personel kami siap sewaktu-waktu,” pungkasnya.
Untuk diketahui sebelumnya, gempa bumi dengan magnitude (M)5,6 dirasakan warga Jakarta dan sekitarnya. Pusat gempa berada di darat 10 km barat daya Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat pukul 13.21 WIB pada hari Senin (21/11) kemarin.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan bahwa sejauh ini Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB mendapatkan sejumlah informasi dari beberapa daerah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur melaporkan adanya korban meninggal dunia. Tim Reaksi Cepat BPBD setempat masih melakukan pendataan di wilayah.
Di samping bangunan rumah, lanjut Muhari, Pusdalops mendapatkan laporan pondok pesantren rusak berat 1 unit dan RSUD Cianjur rusak sedang 1. Kerusakan fasilitas publik yang masih diidentifikasi tingkat kerusakan, antara lain gedung pemerintah 2 unit, fasilitas Pendidikan 3, tempat ibadah 1.
Pusdalops BNPB juga mendapatkan laporan lain adanya warga yang merasakan guncangan, seperti di DKI Jakarta, Kota Bekasi, Kota Bogor dan Kabupaten Garut. Warga di sejumlah wilayah tersebut merasakan guncangan gempa dengan intensitas lemah hingga kuat. “BPBD yang wilayahnya merasakan gempa telah melakukan pemantauan dampak gempa,” ujar Muhari. (end/kun)






