Magetan (beritajatim.com) – Guntoro (49) warga Desa Patihan, Karangrejo, Magetan, Jawa Timur pulang dari Sudan karena konflik. Dia pulang dan dijemput oleh BPBD Magetan di Asrama Haji Sukolilo Surabaya pada Selasa (2/5/2023).
Guntoro menceritakan pengalaman yang menurutnya mencekam. Nyaris tiap hari bapak dua anak itu mendengar suara bom meski tempat tinggal dan tempatnya bekerja jauh dari lokasi konflik.
Pria yang bekerja di sebuah percetakan itu mengaku sudah 6 tahun di Sudan. Namun, tak menyangka di negara itu terjadi konflik.
“Ya saya di sana sudah 6 tahun. Suasananya ya menakutkan ya. Denger suara bom itu tiap hari selama ada perang itu. Kami pun tidak lagi bekerja dan akhirnya kami dipulangkan ke Indonesia demi keamanan kami,” kata Guntoro, Rabu (3/5/2023)
Dia bersyukur bisa pulang dalam keadaan sehat wal afiat. Bahkan, masih bisa bertemu dengan anak dan istrinya di kampung halaman. Dia mengaku tak lagi ingin kembali ke Sudan karena trauma dengan konflik di sana.
“Saya mending cari pekerjaan di sini saja. Tapi sementara istirahat dulu. Nanti baru cari pekerjaan baru,” katanya.
https://beritajatim.com/internasional/cerita-mahasiswi-asal-pasuruan-saat-dievakuasi-dari-perang-sudan/
Terpisah, Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan Eka Wahyudi menjelaskan hanya ada satu warga Magetan yang dilaporkan berada di Sudan dan sudah dipulangkan. Pihaknya menjemput langsung di Surabaya. Pun, Guntoro berada di kloter kedua pemulangan bersama 26 warga Jawa Timur yang lain.
“Saat kami tanya beliau mengaku sehat. Tidak terluka dan tidak menderita penyakit. Kami pun langsung mengantar pak Guntoro ini ke rumah beliau di Desa Patihan Kecamatan Karangrejo,” kata Eka.
Pun, pihaknya telah membuat laporan ke pimpinan agar segera ada tindak lanjut bagi Guntoro. (fiq/ted)






