Surabaya (beritajatim.com) – Usai melakukan serangkaian penyelidikan, Polisi memastikan jika bayi 2 bulan yang tewas usai diberi susu formula, Selasa, 13 Desember 2022 di Jalan Semolowaru adalah hasil hubungan sedarah ayah dan anak kandung (inces). Dari keterangan polisi, ayah kandung berinisial MR tega memperkosa putrinya CN (19) hingga melahirkan.
Hal tersebut dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Mirzal Maulana. Dikonfirmasi beritajatim.com, Mirzal mengatakan jika saat ini pihaknya telah menahan MR di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya.
“Iya benar, hubungan sedarah. Si MR ini bapaknya memperkosa anak kandungnya hingga melahirkan bayi tersebut,” ujar Mirzal, Rabu, 14 Desember 2022.
Ditanya terkait motif, Mirzal menjelaskan jika MR sakit hati dengan istrinya. Selain itu, MR juga kerap melihat CN tidur sehingga MR tergoda untuk menggagahi anak kandungnya sendiri.
“Sakit hati sama istrinya. Aksi (persetubuhan) dilakukan saat semua sedang tidur,” imbuh Mirzal.
Saat ditanya apakah saat hamil hingga melahirkan CN sempat dilarikan ke luar kota, Mirzal menambahkan pihaknya masih melakukan penyelidikan secara mendalam.
“Masih kami selidiki terkait itu, mohon bersabar,” pungkasnya.
Diberitakan beritajatim.com sebelumnya, bayi berumur 2 bulan di Jalan Semolowaru Utara, Sukolilo, Surabaya ditemukan meninggal dunia Selasa (13/12/2022). Bayi berinisial SF tersebut meninggal dunia usai diberi susu formula oleh ibunya.
Sekretaris BPBD Surabaya, Ridwan Mubarun mengatakan, anak dari CN (19), warga Jl Arif Rahman Hakim ini sempat diberikan susu formula sekitar pukul 04.30 WIB, setelah itu ditinggal mandi.
[berita-terkait number=”4″ tag=”bayi-meninggal”]
Setelah selesai mandi, ibu korban melihat anaknya sudah tidak bergerak. Karena panik dan takut, sang ibu menghubungi Puskesmas Menur untuk dilakukan pengecekan.
Pihak puskesmas lantas menduga jika SF meninggal tidak wajar, pihak Puskesmas langsung menghubungi Command Center 112 Surabaya, kemudian diteruskan ke Polsek Sukolilo.
“Dapat laporan tadi sekitar pukul 10.45 WIB. Setelah dicek ternyata benar, korban sudah meninggal dunia. Tadi sudah dilakukan olah TKP dan identifikasi oleh Tim Inafis,” katanya. [ang/but]






