Lamongan (beritajatim.com) – Bawaslu Kabupaten Lamongan mengingatkan seluruh pengawas harus meneguhkan integritas. Selain itu, pengawas harus memiliki pendirian yang kuat dalam menjalankan tugas.
“Pengawas Pemilu harus memiliki integritas dan pendirian yang kuat serta bertanggung jawab saat menjalankan tugas pengawasan,” ujar Ketua Bawaslu Lamongan, Toni Wijaya, Rabu (29/11/2023).
Toni menegaskan pentingnya memiliki mental yang kuat. Sebab, tekanan akan terus bermunculan selama berjalannya Pemilu tahap demi tahap.
Toni menyampaikan hal tersebut saat Apel Akbar Siaga Pengawasan Pemilu 2024 di Lapangan Waduk Gondang, Desa Gondanglor. Acara ini, dihadiri oleh seluruh Panwascam, Staf, dan Pengawas Kelurahan/Desa (PKD) se-Lamongan.
BACA JUGA:
Lamongan Raih Penghargaan Kabupaten Sehat 4 Kali Berturut Turut
Apel akbar ini melibatkan 81 Pengawas, 27 Kepala Sekretariat, 108 Staf Teknis Kecamatan, dan 474 PKD se-Lamongan.
Toni memberikan pesan penting terkait tahapan kampanye yang telah dimulai pada Selasa (28/11/2023) kemarin.
“Pengawas Pemilu di semua tingkatan harus memiliki prinsip yang kokoh untuk tidak menjadi sasaran Peserta Pemilu dan menghindari intervensi pihak manapun,” ungkap Toni, yang didampingi anggota Bawaslu, M. Faried Achiyani.
BACA JUGA:
Cegah Penyebaran TBC, Lapas Lamongan Gelar ACF TBC
Lebih lanjut, Toni menekankan pentingnya sikap profesionalitas dalam menjalankan tugasnya. “Pahami regulasi dan bekerja sesuai standard operasional prosedur serta mekanisme perundang-undangan untuk menghasilkan kinerja yang berkualitas dan efektif,” jelasnya.
Terkait jumlah personel pengawas yang terbatas dibandingkan dengan peserta dan pemilih Pemilu, Toni menekankan pentingnya sinergi dengan stakeholder dan masyarakat.
“Jaga netralitas dan tingkah laku sesuai kode etik serta norma-norma yang berlaku,” tutupnya. [riq/beq]






