Lamongan (beritajatim.com) – Nasib sial dialami oleh Ilham (31), warga Dusun Banjaranyar, Kecamatan Kembangbahu, Lamongan. Pasalnya, ia yang berniat untuk menjual sepeda motornya kini malah menjadi korban penipuan.
Kejadian yang menimpa Ilham ini bermula saat ia memosting dan mengiklankan sepeda motornya di akun Facebook (FB). Ilham berharap akan ada seseorang yang menawar sepeda motornya.
Selang beberapa waktu kemudian, akhirnya ada tamu yang bertandang ke rumah Ilham untuk menawar sepeda motor. Tamu tersebut adalah seorang laki-laki tak dikenal bersama seorang perempuan yang sedang menggendong anak kecil.
“Seorang laki-laki yang tidak diketahui identitasnya itu adalah orang yang bermaksud hendak menawar motor NMax warna hitam dengan nopol S 6339 JAI milik korban,” ujar Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda Anton Krisbiantoro kepada wartawan, Selasa (19/7/2022).
Anton menjelaskan, kala itu korban sama sekali tak menaruh curiga kepada pelaku yang hendak menawar motornya. Sebab, pelaku datang bersama seorang perempuan yang menggendong anak. Bahkan pelaku juga mengaku jika perempuan itu adalah istrinya.
Saat proses tawar menawar sepeda motor dilakukan, perempuan dan anak yang dibawa oleh pelaku tersebut berada di depan rumah. Sedangkan pelaku bersama korban berada di ruang tamu rumah.
“Pada saat itu, pelaku masuk ke rumah korban, pelaku mengenalkan perempuan bersama anak yang ada di luar itu adalah istri dan anaknya dan bermaksud untuk menawar motornya,” terang Anton.
Setelah proses tawar menawar selesai, pelaku kemudian meminta kepada korban untuk memberinya kesempatan melakukan test drive sebelum membayar sepeda motor tersebut.
“Saat itu keduanya sepakat jika motor korban dihargai Rp 24 juta. Lalu sebelum memberikan uang, pelaku meminta test drive. Korban mengizinkan pelaku dan membawa motor tersebut ke arah barat jalan desa, serta meninggalkan perempuan yang membawa anaknya itu di rumah korban,” paparnya.
Nahasnya, setelah hampir seperempat jam ternyata pelaku tak kunjung kembali ke rumah korban. Apalagi, belakangan diketahui bahwa perempuan dan anak yang ditinggalkan oleh korban tersebut bukanlah istri dan anak pelaku.
Perempuan ini ternyata bernama Megawati, warga asal Desa Dibee, Kecamatan Kalitengah, Lamongan. Megawati mengaku jika ia juga baru mengenal si pelaku melalui Facebook dan tidak tahu jati diri pelaku yang sebenarnya.
Dari situ, barulah korban dan Megawati itu sadar jika mereka berdua adalah korban penipuan lelaki tak dikenal tersebut. Megawati mengaku hanya menuruti saja kemauan si pelaku karena memang ia merasa tidak tahu apa-apa.
[berita-terkait number=”4″ tag=”penipuan”]
Diungkapkan Anton, pertemuan pelaku dengan Megawati ini pun baru pertama kali ini. Megawati sengaja dimanfaatkan oleh pelaku untuk mengelabui korban Ilham.
“Korban Megawati bertemu dengan pelaku saat ia hendak berangkat ke Kembangbahu. Kemudian saat tiba di pertigaan Sumlaran, pelaku minta tolong untuk menumpang motor milik Megawati. Karena tak curiga, Megawati menuruti permintaan pelaku yang katanya hendak membeli motor milik korban Ilham di Kembangbahu,” jelasnya.
Kini, korban Ilham pun melaporkan apa yang dialaminya kepada pihak kepolisian, dengan mengajak dan membonceng motor Megawati. “Polisi masih mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap pelaku,” pungkasnya. [riq/but]






