Mojokerto (beritajatim.com) – Desa Gumeng, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto mempunyai batik khas, namanya Batik Tulis Godong Pring. Desa Gumeng adalah desa di pelosok kaki Gunung Anjasmoro. Mayoritas penduduknya membudidayakan dan sekaligus mengkonsumsi rebung (bambu muda).
Filosofi Batik Tulis Godong Pring ini sendiri adalah merespon kekayaan alam sekitar. Bahkan Batik Tulis Godong Pring ini sendiri telah memiliki Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) dengan nama pencipta Sri Wahyuni. Ini lantaran batik dengan corak godong pring (daun bambu, red) merupakan warisan turun temurun.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Gumeng, Joko Leksono mengatakan, Batik Tulis Godong Pring diwariskan turun temurun warga Desa Gumeng dari nenek moyang. “Dulu itu sudah ada terus lama vakum karena mbah-mbah buyutnya nggak ada (meninggal, red). Ada yang meneruskan tapi menikah dengan orang luar, vakum lagi,” ungkapnya, Kamis (3/3/2022).
Kemudian ada gagasan dari Kepala Desa (Kades) Gumeng, Sri Wahyuni untuk membangkitkan Batik Tulis Godong Pring kembali. Sehingga Batik Tulis Godong Pring didaftarkan ke HAKI dengan nama pencipta Sri Wahyuni yakni Kades Gumeng. Motif Godong Pring tidak lain karena banyaknya tanaman bambu di Desa Gumeng.
“Karena di sini (Desa Gumeng, red) itu banyak tumbuh bambu-bambu. Selain dekat dengan hutan yang ditumbuhi bambu-bambu, masyarakat juga membudidayakan bambu untuk kebutuhan sehari-hari. Sehingga motif batik khas Desa Gumeng adalah Godong Pring yang memiliki arti agar semburat seperti pring (bambu, red),” ujarnya.
Pihaknya berharap Batik Tulis Godong Pring bisa dikenal sebagai batik khas Desa Gumeng yang memiliki banyak potensi sejarah. Di antaranya terdapat tugu perjuangan sebagai pengingat peristiwa agresi militer Belanda pada 1948. Di samping itu, pihaknya tengah mempersiapkan sebuah bumi perkemahan.
[berita-terkait number=”4″ tag=”batik”]
“Kami berharap ada kepedulian dinas terkait sehingga Desa Gumeng ini bisa terekspos keluar biar tidak terkesan Desa Gumeng ini, desa yang terisolir. Sehingga kami berharap dinas terkait turun ke lapangan agar bisa memandu apa yang bisa diangkat dari Desa Gumeng agar bisa dikenal di luar,” harapnya.
Desa memiliki 150 Kepala Keluarga (KK) dan 450 jiwa ini terletak sekitar 35 menit dari pusat Kota Mojokerto. Mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Desa Gumeng memiliki kelompok Batik Tulis Godong Pring terdiri dari 23-25 orang. Usia anggota kelompok bervariasi antara 21 tahun hingga 40 tahun dan didominasi ibu-ibu rumah tangga. [tin/suf]







