Surabaya (beritajatim.com) – Di dunia sepakbola, kehadiran suporter menjadi sebuah unsur penting guna menambah semangat bertanding para pemain di lapangan. Suporter bagi banyak kalangan merupakan pemain ke-12 bagi sebuah tim sepakbola. Kehadiran suporter terutama pendukung fanatik pada pertandingan sepakbola menghadirkan sebuah kultur terkait gaya dukungan mereka selama berada di tribun stadion.
Banyak suporter sepakbola hingga pecinta olahraga si kulit bundar ini telah mengenal berbagai model gaya mendukung ketika menonton pertandingan sepakbola. Terdapat pula kelompok pendukung fanatik nan militan yang kini hampir selalu dimiliki berbagai klub sepakbola. Diantaranya yakni Barra Bravas dan Ultras.
Sekilas ketika melihat gaya mendukung dari dua kelompok suporter ini terlihat sama dan tidak ada yang berbeda. Memang ketika mereka berada di stadion, hampir sepanjang laga menampilkan dukungan yang tiada henti. Militan dengan chants-chants pembakar semangat para pemain, juga koreografi atraktif yang mampu menyegarkan mata seisi stadion.
Namun sejatinya, kedua kelompok ini memiliki perbedaan jika dicermati secara lebih dalam. Penasaran dengan perbedaan keduanya?, yuk simak penjelasan singkatnya berikut ini agar kalian tidak salah menganggapnya.
Terminologi
Barra Bravas berasal dari Argentina. Nama ini dipopulerkan oleh media di negara itu untuk menyebut sekelompok pendukung sepakbola yang datang ke stadion dengan melakukan beberapa tindakan secara spontan. Mulai dari intimidasi kepada pihak lawan, menghina pemain dan wasit di lapangan, melakukan pelemparan berbagai benda ke arah lapangan, hingga masuk ke lapangan untuk megganggu jalannya pertandingan. Tindakan spontan yang dilakukan oleh Barra Bravas murni karena sikap frustasi mereka atas kekalahan yang diderita oleh klub kebanggaannya.
Ultras merupakan istilah dari Bahasa Italia untuk menggabarkan kelompok suporter sepakbola yang fanatik dan terorganisir. Kebanyakan kelompok Ultras juga mengaitkan segala bentuk kegiatannya dengan paham ideologi politik tertentu. Sehingga gerakan yang dilakukan cenderung bersifat ekstrim. Fanatisme Ultras terlihat melalui gaya dukungan yang diberikan ketika klub kebanggaan mereka bertanding. Meliputi penggunaan flare, pemasangan spanduk yang membentang sangat besar hingga koreografi melalui keterlibatan massa dengan jumlah yang besar.
Kelompok Pertama
Kelompok pertama Barra Bravas muncul pada tahun 1927, adalah La Barra de La Goma yang mendukung klub sepakbola San Lorenzo de Almagro di Argentina. Kemudian tumbuh dan berkembang secara pesat di era-1980 dan 1990-an.
Ultras pertama di Eropa dianggap masih mengiblat pada Barra Bravas Brazil yang terlebih dahulu ada sejak tahun 1939. Torcida Split dianggap merupakan akar kelompok pertama bergaya Ultras yang dibentuk tahun 1950 untuk mendukung klub asal Kroasia, Hajduk Split. Sedangkan di Italia, kelompok Ultras Fedelissimi Granata of Torino yang terbentuk pada tahun 1951 menjadi yang pertama di negara itu. [adn/bj0]






