Blitar (beritajatim.com) – Hari ke lima pasca perampokan Rumah Dinas Wali Kota Blitar, polisi belum juga menangkap para perampok yang aksinya sempat terekam CCTV.
Aksi perampokan di Rumah Dinas Wali Kota Blitar, Santoso, sebetulnya tidak terlalu rapi, hal itu terlihat dari para perampok yang tidak menggunakan sarung tangan.
Hal itu pun mempermudah polisi dalam proses penyelidikan. Dengan tidak menggunakan sarung tangan secara otomatis identitas pelaku akan mudah diketahui oleh polisi, melalui uji Labfor sidik jari.
Selain itu, banyaknya rekaman CCTV yang mengarah tepat ke para perampok seharusnya juga menjadi bahan tambahan untuk mempermudah pengungkapan kasus perampokan Rumah Dinas Wali Kota Blitar. Namun hasilnya hingga hari ke Lima, para pelaku perampokan belum juga bisa dilumpuhkan.
Hal itu membuat Polri mengirim Personel dari Bareskrim untuk membantu pengungkapan kasus perampokan Rumah Dinas Wali Kota Blitar Santoso.
Saat ini Tim dari Bareskrim Polri telah bergabung dengan Ditreskrimum Polda Jatim untuk melakukan identifikasi dan pelacakan terhadap pelaku perampokan.
“Ya saat ini tim dibantu dari Bareskrim Polri yang telah bergabung dengan Satreskrim Polres Blitar Kota dan Ditreskrimum Polda Jatim,” kata AKBP Argo Wiyono, Kapolres Blitar Kota, Jumat (16/12/2022).
Tidak hanya Bareskrim Polri, tim dari Puslabfor Mabes juga ikut diterjunkan di dalam kasus perampokan ini. Semua upaya itu dilakukan dalam rangka mempercepat proses pengungkapan kasus perampokan terhadap orang nomor satu di Kota Blitar.
Kerjasama dengan Polres jajaran seperti Polres Kediri, Malang, hingga Tulungagung juga telah dilakukan Oleh Tim Khusus Gabungan Satreskrim Polres Blitar Kota, dan Ditreskrimum Polda Jawa Timur. Koordinasi ini dilakukan untuk melacak keberadaan titik terakhir dari kendaraan yang digunakan para pelaku perampokan.
“Tidak hanya Bareskrim Polri, tim dari Puslabfor Mabes juga diterjunkan untuk membantu Tim Labfor Polda Jatim, untuk mengungkap pelaku perampokan”.
Meski semua tim telah dikerahkan namun hingga kini polisi juga menangkap pelaku perampokan. Menurut polisi dalam proses penyelidikan banyak hal yang harus disinkronkan sehingga hasil penyelidikan bisa akurat.
40 orang saksi pun telah diperiksa oleh polisi untuk mengungkap siapa pelaku dan dalang dibalik perampokan Rumah Dinas Wali Kota Blitar Santoso. Keterlibatan orang dalam di Kasus ini juga terus didalami oleh polisi untuk mendukung proses identifikasi para pelaku yang telah dikantongi oleh polisi.
“Kalau Polres Blitar Kota masih fokus pada pemeriksaan saksi ada 40 orang yang telah kami periksa, semua kemungkinan masih kita dalami,” imbuhnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”wali-kota-blitar-dirampok”]
Polisi pun menjamin bahwa kasus ini pasti akan terungkap, dengan sejumlah barang bukti yang telah dikantongi. Meski demikian pihaknya meminta agar semua pihak bersabar karena tim masih terus bergerak menangkap para pelaku.
Polisi juga telah memastikan bahwa para pelaku perampokan berjumlah 5 orang. Hal itu diketahui polisi dari rekaman CCTV yang berada di depan pintu gerbang Rumah Dinas Wali Kota Blitar, Santoso.
Masyarakat Blitar pun hingga kini masih menanti siapa pelaku dan dalang dibalik perampokan rumah Dinas Wali Kota Blitar yang terbilang nekat dan sadis tersebut.(Owi/ted)






