Banyuwangi (beritajatim.com) – Tahun ini, Banyuwangi membangun dan memperbaiki sebanyak 52 jembatan. Beberapa di antaranya rusak akibat terdampak banjir tahun lalu. Pada akhir tahun, Banyuwangi target jika pembangunan jembatan secara keseluruhan harus sudah selesai.
Plt Kepala Dinas PU Cipta Karya, Perumahan dan Permukiman, Suyanto Waspotondo menjelaskan, saat ini tinggal lima jembatan masih dalam proses pengerjaan yang ditargetkan rampung akhir tahun. Rata-rata perkembangannya sudah di atas 70 persen.
“Karena batas targetnya selesainya untuk semua pembangunan jembatan pada 15 Desember. Jadi kami pastikan semuanya selesai sesuai tenggat waktu tersebut,” ujar Yayan, sapaan dari Suyanto Waspotondo.
BACA JUGA:Sepanjang 2023 Banyuwangi Bangun dan Perbaiki 52 Jembatan
Lima jembatan yang masih dalam tahap pengerjaan itu di antaranya, jembatan Desa Pondok Nongko Kecamatan Kabat. Selanjutnya, jembatan Desa Banjarwaru, Kecamatan Kalipuro, Jembatan Dusun Gunung Remuk, Kecamatan Kalipuro, jembatan Desa Gumuk Candi, Kecamatan Songgon dan jembatan Desa Kajarharjo, Kecamatan Glenmore.
Secara keseluruhan, kata Yayan, Dinas PU melakukan pembangunan dan perbaikan sebanyak 52 jembatan. Dari jumlah di atas terdiri dari pembangunan dan rekontruksi 43 jembatan, dan 9 pemeliharaan jembatan.
“Kalau untuk jalan, total tahun ini pemkab melakukan pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan sepanjang 222,139 km,” tutupnya.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyebutkan dari sekian banyak pembangunan jembatan memang ada prioritas tersendiri. Pasalnya, dari 52 jembatan terdapat 10 jembatan di Banyuwangi yang rusak akibat putus oleh banjir.
BACA JUGA:Disorot Aiman Soal Pengintegrasian CCTV, Ini Jawaban Kapolres Blitar Kota
“Jembatan putus langsung kami masukkan perencanaan 2023, karena jembatan itu kan penting, memperpendek jarak perjalanan. Kalau tidak segera diperbaiki, mengganggu mobilitas warga. Dan alhamdulillah, yang putus dan rusak kemarin sudah kita perbaiki,” kata Ipuk. (Rin/Aje)






