Banyuwangi (beritajatim.com) – Pemkab Banyuwangi memberikan prioritas pembangunan infrastruktur fisik pada tahun ini. Hasilnya, selain menuntaskan 698 km jalan, ada 65 jembatan yang selesai dibangun.
Dari jumlah itu, 8 jembatan di antaranya dibangun baru karena rusak akibat bencana banjir bandang tahun lalu. Semua jembatan tersebut kini telah selesai dibangun.
Salah satu jembatan yang kini telah selesai dibangun, yaitu jembatan di Dusun Krajan, Desa Kajarharjo, Kecamatan Kalibaru. Jembatan dengan panjang 10,2 meter, lebar 6 meter itu kini dapat beroperasi.
“Alhamdulillah, kita bersyukur jembatan yang menjadi penghubung di desa ini sudah bisa digunakan kembali. Mobilisasi warga juga sudah bisa berjalan normal, semoga aktivitas semua warga semakin lancar,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.
Dari 8 jembatan yang berhasil direkonstruksi, 6 di antaranya berada di Kecamatan Kalibaru dan Glenmore. Sedangkan dua jembatan berada di Kecamatan Banyuwangi.
“Semua jembatan yang rusak memang jadi prioritas, langsung kami masukkan dalam perencanaan tahun 2023. Alhamdulillah kini jembatan sudah bisa digunakan kembali warga. Kami berharap aktivitas masyarakat yang tadinya harus menempuh jalan memutar, bisa kembali normal seperti sebelumnya,” ujar Ipuk.
Selain itu, jembatan yang telah beroperasi yakni jembatan Sutri di Kecamatan Banyuwangi dengan panjang 10,7 meter. Jembatan Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru panjang 10 m x 5 m. Jembatan Gumuk di Desa Paspan, Kecamatan Glagah dengan panjang 12 meter. Lalu Jembatan di Desa Sumber Jambe, Kecamatan Pesanggaran dengan panjang 14 meter.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya Suyanto Waspotondo menyebut, pada 2023 ini Dinas PU sendiri melakukan pembangunan dan perbaikan jembatan sebanyak 65 buah. “Tahun 2023, kami juga sudah tuntaskan 698 km jalan, baik jalan aspal, beton, maupun paving,” tutupnya. (rin/kun)






