Banyuwangi (beritajatim.com) – Tuah kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan NGO Sungai Watch memang terasa dalam penanganan sampah. Sejak tugas keduanya berjalan, hasilnya sudah dapat terlihat.
Manajer Sungai Watch Banyuwangi, Suhardiyanto, saat ini pihaknya tengah memasang 23 jaring di sejumlah titik sungai. Dari setiap titik itu, setiap hari dilakukan pengambilan sampah.
“Dari 23 titik sungai yang telah dipasang jaring, setiap harinya sampah yang dikumpulkan mencapai 1 ton. Dengan rata-rata sampah di setiap titik sebanyak 600 KG,” ungkapnya.
Baca Juga: KPU Sumenep Coret 79 Bacaleg, Masyarakat Diminta Cermati 580 Caleg
Beda tempat, beda pula jumlah sampahnya. Pasalnya, di sejumlah titik juga terdapat sumber sampah terjaring cukup banyak.
“Di satu titik saja ratusan kilogram sampahnya, bahkan untuk di titik yang dekat area padat penduduk seperti di area Pantai Boom sehari bisa mencapai dua kuintal sampah,” ujar Suhardiyanto.
Perlakuan sampah yang diangkat dari jaring, kata Suhardiyanto, kemudian diangkut oleh tim Sungai Watch ke gudang di Kecamatan Bangorejo. Selanjutnya, sampah akan dipilah dan dicuci kemudian diolah lebih lanjut.
“Saat ini untuk pengolahan di Banyuwangi masih terbatas, faktor peralatan. Sebagian sampah ada yang dikirim ke Bali untuk diproses secara maksimal dengan peralatan di sana,” ujar Suhardiyanto.
Baca Juga: Betonisasi Jalan Banjarsari – Damarsi Rampung Akhir Desember 2023
Sementara itu, Founder Sungai Watch Gary Bencheghib menyebut, gudang di Banyuwangi akan dilengkapi peralatan yang lebih lengkap. Setidaknya hingga memenuhi target yang ditentukan.
“Nanti kalau sudah tercapai target pemasangan titik-titik trash barrier yang terpasang, alat pemroses sampahnya akan kami lengkapi. Karena untuk mengoperasikan alat tersebut butuh bahan baku sampah yang cukup banyak untuk bisa berkelanjutan setiap hari,” pungkas Gary. (rin/ian)






