Malang (beritajatim.com) – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Malang memiliki program bedah rumah bagi warga yang memang rumahnya tidak layak huni. Pada 2022 kemarin setidaknya mereka menerima 101 permohonan bedah rumah. Dari jumlah itu baru 32 rumah yang tersentuh.
Ketua Baznas Kota Malang, Sulaiman mengungkapkan, bahwa dari 32 rumah yang terealisasi sekitar 30 persen merupakan rumah warga miskin. Rumah itu tidak layak huni karena beralaskan tanah dan berdinding gedek alias anyaman bambu.
[berita-terkait number=”5″ tag=”bedah-rumah”]
“Ya kita menerima 101 pengajuan dan terealisasi 32. Memang setiap tahun yang bisa kami jangkau untuk program bedah rumah sekitar 35 unit-an. Karena keterbatasan anggaran dan tenaga. Kita kalau bedah rumah juga menunggu dan melihat respon warga sekitar, untuk kerja bakti bersama-sama merenovasi,” kata Sulaiman.
“Dari angka itu, 32 rumah. Sekitar 30 persen rumah warga miskin. Berlantai tanah dan berdinding gedek. Sisanya rumah milik warga yang mau roboh atau tidak layak huni,” imbuhnya.
Angka 32 rumah itu tersebar di 5 kecamatan di Kota Malang. Dengan rincian, Kedungkandang 8 rumah, Klojen 6 rumah, Blimbing 3 rumah, Sukun 12 rumah dan Lowokwaru 3 rumah. “Anggaran yang disiapkan untuk bedah rumah berkisar antara Rp 15 sampai 17 juta per rumah tergantung kondisi rumah. Makanya, jika ada dukungan dari warga, kami sangat terbantu,” ujar Sulaiman.
Sulaiman mengaku Baznas tidak mungkin bisa mengentas kemiskinan sendirian. Mereka butuh bantuan dari OPD dan otoritas terkait. Sebab, selama ini dana terbesar yang mereka dapat dihasilkan dari donasi dan amal.
“Pada Februari ini, kami mulai mengerjakan bedah rumah tanggal 9 Februari. Kami mengeksekusi berdasar kewilayahan agar merata. Pengajuan banyak dari wilayah Kecamatan Kedungkandang. Pertimbangan berikutnya adalah terkait kondisi kedaruratan. Rumah yang kondisinya sudah kritis, kami dahulukan,” tandasnya.
Sementara itu, merujuk data BPS Kota Malang, jumlah penduduk miskin di Kota Malang pada Maret 2022 mencapai 38,56 ribu jiwa atau 4,37 persen. Jumlah ini cenderung turun jika dibandingkan Maret 2021, persentase penduduk miskin di Kota Malang mencapai 4,62 persen. (luc/kun)






