Magetan (beritajatim.com) – Sudah tembus 591 ekor sapi yang terjangkit penyakit mulut dan kuku di Magetan. Para peternak banyak mengeluh karena mereka membeli sapi dari meminjam modal perbankan. Jika kondisi sapi sakit maka bakal berpengaruh pada harga jual yang semakin anjlok.
Para peternak pusing jika mereka tidak bisa membayar cicilan ke bank karena harga jual ternak semakin lama semakin anjlok akibat wabah PMK yang semakin marak di Magetan. Kekhawatiran peternak tak lantas dibiarkan oleh Bupati Suprawoto. Kang Woto, sapaan akrab Bupati Suprawoto tak bakal tinggal diam dengan keluh kesah peternak dan pedagang ternak.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-magetan”]
Lebih lanjut ditanyakan soal keluhan peternak yang terancam gagal bayar pinjaman bank akibat sapi sapi mereka sakit, Suprawoto berjanji akan membicarakan dengan pihak perbankan. “Mudah mudahan ada kebijakan dan kemudahan cicilan dari perbankan seperti dampak Covid 19. Senin depan akan kami sampaikan ke perbankan,” pungkasnya.
Terakhir dalam penanganan kasus PMK di Magetan ini pemkab sudah mengajukan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk pembelian obat obatan guna merawat ternak yang terjangkit. (fiq/kun)






