Lumajang (beritajatim.com) – Banjir luapan Sungai Menjangan di Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, berdampak cukup besar terhadap permukiman warga.
Sebelumnya, ada sebanyak 300 rumah di Desa Kutorenon, yang terendam banjir luapan sejak, Jumat (15/5/2026) dini hari.
Berdasarkan data Pusdalops Tagana Dinas Sosial Perlindungan Perempuan dan Anak (Dinsos-P3A) Lumajang, rumah yang terdampak banjir bertambah menjadi 500 unit.
Awalnya banjir mulai merendam permukiman warga pada pukul 01.30 WIB dengan ketinggian mencapai 80-150 sentimeter.
Petugas Tagana Dinsos P3A Lumajang Diky Andrianto menyampaikan, sebanyak 500 rumah yang terdampak banjir berada di wilayah Dusun Biting 1 dan 2.
Diky memastikan banjir yang merendam banyak rumah, tidak sampai menyebabkan kerusakan pada bangunan.
“Saat ini, ada 500 rumah yang terdampak banjir, tapi tidak sampai rusak di bangunannya,” ucap Diky saat dikonfirmasi, Jumat (15/5/2026).
Menurutnya, bencana banjir yang terjadi tengah malam ini dipastikan tidak sampai menyebabkan munculnya korban jiwa.
Namun, terdapat 4 orang warga Desa Kutorenon yang harus dievakuasi ke Puskesmas Sukodono karena mengalami hipotermia.
“Ini kategorinya luka ringan 4 orang dari kalangan lansia, ada juga penyandang disabilitas. Korban jiwa tidak ada,” tambahnya.
Diky mengatakan, bencana banjir tersebut membuat warga terdampak kesulitan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Saat ini, petugas gabungan masih terus melakukan assesment dan penanganan pascabencana di lapangan.
“Untuk bantuan sudah ada yang disalurkan, seperti nasi 700 bungkus, makanan siap saji 300 pcs, dan makanan anak 80 paket. Kami juga masih melakukan assesment dan penanganan untuk membantu kesulitan warga terdampak,” ungkap Diky. (has/ted)






