Malang (beritajatim.com) – Banjir dan tanah longsor menerjang Kabupaten Malang bagian selatan. Desa Pujiharjo di Kecamatan Tirtoyudo salah satunya. Kawasan ini menjadi salah satu wilayah terdampak banjir bandang cukup parah. Sebuah Taman Pendidikan Alquran (TPQ) di kawasan itu hanyut terbawa arus.
Kepala Desa Pujiharjo Hendik Arso, Senin (17/10/2022) malam mengatakan, hingga saat ini air sudah menyusut. Warga dibantu relawan tengah fokus membersihkan sisa material banjir. “Airnya sudah menyusut. Kalau warga aman semua. Ada TPQ yang hanyut terbawa banjir,” kata Hendik.
Hendik menjelaskan, akses menuju Pujiharjo malam ini belum bisa dilewati kendaraan roda empat. Ada ruas jalan yang tertimbun tanah longsor. “Mungkin besok pagi baru bisa dilewati, kalau sepeda motor masih bisa lewat. Sekarang sudah ada alat berat yang diturunkan, malam hari ini kita kebut untuk pembersihan,” terangnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”banjir-malang”]
Hendik menyebutkan, ada sekitar 200 sampai 500 rumah warga yang terdampak banjir. Saat ini, pendataan masih terus dilakukan. “Untuk bantuan masih belum ada sama sekali. Yang kita butuhkan bronjong kawat untuk tanggul penahan sungai Pujiharjo, sekitar 300 karena dipakai untuk dua sungai. Termasuk alat berat kita juga butuh. Khusus warga, kita membutuhkan alas untuk tidur, selimut dan sebagainya,” pungkas Hendik. [yog/suf]






