Gresik (beritajatim.com) – Bangunan kelas di SMP Negeri 27 Balonpanggang Gresik tiba-tiba ambruk. Diduga bangunan yang ambruk itu kayunya sudah lapuk. Beruntung dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa.
Plt Kepala Sekolah SMP Negeri 27 Gresik, Nuron menuturkan, ambruknya bangunan kelas 8C itu juga akibat dimakan binatang rayap. Sehingga kayu penyanggang rapuh tak kuat menahan beban.
Kelas 8C berada di tengah di antara deretan kelas 8A dan 8B. Selain ambruk, bangunan kelas di sampingnya temboknya juga jebol. Tapi atapnya tidak ambruk.
Imbas kejadian ini, pelajar kelas 8C dialihkan ke ruangan kelas yang berada di belakangnya. Padahal kondisi ruangan kelas itu juga tidak lebih baik karena atapnya banyak yang berlubang.
“Yang ambruk atapnya kelas 8 C karena kayu sudah rapuh dimakan rayap. Waktu itu tidak ada kegiatan belajar mengajar karena anak-anak sudah pulang sekolah,” ujar Plt Kepala SMP Negeri 27 Gresik, Nuron, Jumat (12/11/2021).
[berita-terkait number=”4″ tag=”gresik”]
Ia menambahkan, jumlah siswa kelas 8 C berjumlah 32 siswa. Sesuai dengan aturan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas, 50 persen dari jumlah siswa kelas 8 C. Sehingga hanya 16 siswa saat PTM.
“Proses belajar-mengajar tetap berlangsung karena dipindah di kelas lain,” imbuhnya.
Terkait dengan kejadian ini lanjut dia, dirinya sudah menyampaikan untuk pengajuan perbaikan. Hanya saja belum terlaksanam Hal ini akibat refocusing anggaran. Pasalnya perbaikan untuk enam kelas, laboratorium, perpusatakaan menelan dana senilai Rp 1,3 miliar.
“Mau gimana lagi anggarannya dikepras buat penanganan covid-19,” ungkapnya. [dny/but]






