Surabaya (beritajatim.com) – Baliho menyongsong HUT ke-58 Partai Golkar terpampang di jalanan Surabaya. Baliho tersebut ternyata sukses menarik perhatian dan menjadi perbincangan warga.
Salah satu pengguna jalan, Benedict Sakti, warga Klampis Asem mengaku bingung dengan baliho tersebut. Sebab, baliho itu hanya memuat logo Partai Golkar dan kalimat “Izinkan kami terus melayani”.
Dia menilai baliho tersebut berbeda. Kebanyakan baliho memuat foto baik calon presiden maupun menampilkan sosok calon anggota legislatif.
“Ini tumben nggak pasang foto narsis, pasang foto caleg. Padahal pemilu masih lama,” kata Benedict, Rabu (12/10/2022).
Warganet di Instagram turut mengomentari keunikan baliho tersebut yang juga diunggah di akun Instagram Partai Golkar Kota Surabaya. Salah satunya, akun @charis_27.
Dalam komentarnya, akun tersebut bertanya apa maksud “izinkan kami terus melayani” dan tidak menampilkan foto Ketua DPD Partai Golkar Kota Surabaya maupun Ketum Partai Golkar. Cara ini lazim dipakai partai-partai lain dalam pemasangan baliho dan billboard di Kota Surabaya.
Mendapati hal itu, Ketua DPD Partai Golkar Kota Surabaya Arif Fathoni mengatakan kali ini sengaja memasang logo dalam baliho kali ini sebagai rangkaian kegiatan menyongsong HUT ke-58.
“Sebelum-sebelumnya kami juga memasang foto kok namun dalam momen kali ini sengaja kami tampilkan logo Partai Golkar agar semakin familiar di tengah masyarakat Surabaya,” katanya.
Ketika ditanya mengenai makna “izinkan kami terus melayani”, pria yang juga anggota DPRD Surabaya ini mengatakan, pihaknya memohon restu masyarakat Surabaya di HUT ke-58 ini. Restu yang diharapkan yaitu agar Partai Golkar terus diperkenankan melayani masyarakat baik melalui kebijakan di DPRD Surabaya, DPRD Jawa Timur, maupun DPR RI.
“Adat ketimurannya, kami kulonuwon (permisi) kepada masyarakat Surabaya. Selaku tuan dari Partai Golkar, agar kami diberikan kemudahan dalam memenangkan hati masyarakat Surabaya dalam pemilu 2024. Sehingga kader-kader bisa terus melayani warga Surabaya dengan cara mengakselerasikan kehendak warga dalam rencana pembangunan,” ujar Toni.
[berita-terkait number=”3″ tag=”partai-golkar”]
Toni menyatakan, Partai Golkar sebagai institusi politik memiliki kader yang siap untuk dikaryakan di beragam jenjang pemerintahan baik di tingkat pusat, provinsi maupun kota kabupaten. Tetapi, yang bisa mengantarkan ke tampuk kekuasaan adalah rakyat selaku “tuan” dalam sistem demokrasi.
“Makanya kami secara kelembagaan permisi ke warga Surabaya. Kami mohon doa restu agar Ketua umum kami bisa menjadi Presiden, kursi kami naik baik di DPR RI, DPRD Provinsi maupun DPRD Kota, Insya Allah kalau Partai Golkar bisa memenangkan hati masyarakat dalam pemilu 2024, perjuangan untuk mengantarkan kesejahteraan rakyat semakin mudah,” ucap Toni.
Ketika disinggung sampai kapan pemasangan baliho itu berlangsung, Toni mengatakan sesuai dengan surat pemberitahuan ke Pemkot Surabaya, pemasangan akan berakhir pada 22 Oktober.
“Insya Allah kami akan copot sendiri biar tidak merepotkan Satpol PP. Saya juga nitip ke warga Surabaya agar baliho tersebut tidak dirusak. Kalau mau dijadikan spot foto-foto kami persilahkan,” pungkasnya. [asg/beq]






