Jember (beritajatim.com) – Bahagia itu sederhana. Salah satunya dengan cara berjalan kaki bersama-sama sepanjang 30 kilometer dari alun-alun Kecamatan Tanggul hingga alun-alun kota, dalam gerak jalan Tajemtra (Tanggul-Jember Tradisional) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (25/11/2023).
Mereka hadir karena beragam alasan. Dipicu kebersamaan, sekelompok anak muda dengan rambut dicat warna-warni berjalan kaki sambil berjoget ria. Sejumlah perempuan paruh baya berseragam merah tak hanya berjalan, tapi juga bergoyang kompak dengan ditabuhi musik yang diperdengarkan dari seperangkat pengeras suara.
Ada yang hadir berpasangan mesra, seperti Wakil Ketua DPRD Jember Ahmad Halim dan istrinya Ike Vertina. Ada juga yang datang seorang sendiri karena tradisi panjangan seperti Toha, warga Kecamatan Balung.
Usianya saat ini 68 tahun, dan sudah ikut serta sejak era pemerintahan Bupati Samsul Hadi Siswoyo pada 2000 – 2005. “Saya senang, Pak. Setahun satu kali. Saya tidak pernah sakit, karena sering berolahraga. Saya selalu sampai finish di Jember,” kata Toha.
Kris Hendrianto, warga Kecamatan Kaliwates yang tampil dengan baju tradisional khas Jawa, mengatakan, dari tahun-tahun Tajemtra diikuti semakin banyak peserta. “Ini menunjukkan antusiasme masyarakat sangat tinggi. Saat ini sudah ada sebelas ribu orang peserta yang ikut serta,” katanya.
Menurut Kris, Tajemtra adalah bagian dari perayaan hari jadi Jember yang dirayakan setiap 1 Januari. “Ini bisa menumbuhkan kecintaan warga terhadap Jember dan persatuan-kesatuan. Bagaimana mengenali Jember lebih dekat, menyusuri jalan sepanjang Tanggul ke pusat kota Jember,” katanya.
Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember tak hanya menyiapkan tenaga medis untuk memberikan bantuan kepada peserta, tapi juga mengerahkan personel untuk ikut serta berjalan kaki. Ada 20 orang anggota PMI Jember yang menjadi peserta. “Kami sempat melakukan latihan fisik beberapa minggu sebelumnya,” kata dokter Palang Merah Indonesia Jember Hari Pitono.
Hari mengatakan, mengikuti Tajemtra membutuhkan latihan. “Butuh fisik kuat, jantung kuat. Tapi jangan lupa sekarang cuaca panas. Tingkat dehidrasi tinggi sekali. Harus banyak minum, banyak mengisi cairan. Tapi yang jelas semangat menjadi modal utama. Dengan semangat, ini menjadi kegembiraan bersama warga Jember,” katanya. [wir]






