Kediri (beritajatim.com) – Pembangunan bandara Dhoho Kediri telah mencapai tahap penyelesaian secara fisik. Namun tantangan masih menanti dengan belumnya penyelesaian bangunan penunjang.
Setelah proses kalibrasi bandara selesai beberapa waktu lalu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan bahwa bandara Dhoho Kediri mencapai 100 persen fisik. Namun, masih ada langkah-langkah penting yang harus dikebut oleh Pemerintah Kabupaten Kediri.
Meski proses kalibrasi telah rampung, Pemkab Kediri masih harus fokus pada pembangunan fasilitas penunjang untuk mendukung operasional bandara Dhoho.
Terkait dengan akses dan fasilitas tersebut, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Kediri, Sukadi, mengungkapkan bahwa langkah-langkah progresif terus diambil untuk memastikan kelancaran pengembangan.
Pembangunan jalan tol Kediri-Tulungagung dan jembatan Jongbiru menjadi fokus utama, bersama upaya membuka trayek khusus dari beberapa terminal di sekitar Wilis, seperti Terminal Gayatri di Tulungagung dan Terminal Nganjuk.
Pembangunan Jalan Tol dan Jembatan Jongbiru
Salah satu akses utama ke bandara Dhoho Kediri, Jembatan Jongbiru, kini tengah dalam tahap pembangunan dan dijadwalkan selesai pada Mei 2024 mendatang. Meskipun waktu penyelesaian diprediksi akan berselang tiga bulan setelah bandara mulai beroperasi pada Januari atau Februari 2024, mobilitas tetap dijamin lancar dengan adanya alternatif akses.
Jembatan Jongbiru, yang menghubungkan Kota dan Kabupaten Kediri dengan panjang sekitar 131 meter, telah dikerjakan sejak September 2023. Pihak DPUPR Kabupaten Kediri optimis target selesai pada Mei 2024 dapat tercapai, sebagaimana tertera dalam keterangan mereka di akun Instagram. Pembangunan jembatan ini diharapkan dapat mempercepat akses masyarakat menuju bandara Dhoho Kediri, mengingat hubungannya dengan jalan tol yang juga sedang dalam pengerjaan.
“Jembatan Jongbiru menjadi penyangga vital untuk akses menuju bandara. Sejalan dengan selesainya tol dan bandara, diharapkan akan mempercepat mobilitas dan distribusi ekonomi, menghemat waktu dan biaya penumpang,” papar DPUPR Kabupaten Kediri.
Dengan harapan bahwa jalan tol dan jembatan Jongbiru akan meningkatkan konektivitas, masyarakat pun diingatkan untuk bersiap menyambut operasional penuh bandara Dhoho Kediri pada tahun 2024, membuka pintu lebih luas bagi pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di wilayah tersebut. (ian)






