Surabaya (beritajatim.com) – Tambahan waktu dalam pertandingan sepakbola dikenal dengan berbagai istilah. Ada yang menyebut sebagai injury time, ada pula yang mengenal sebagai istilah stoppage time, kadang-kadang disebut added time. Pada intinya sama dengan injury time sebagai waktu yang ditambahkan oleh wasit ke akhir setiap babak permainan sepak bola.
Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan penambahan waktu ini. Sebagaimana dikutip dari situs resmi FA Inggris, wasit akan memperhitungkan tambahan waktu karena adanya pergantian pemain, perawatan terhadap pemain yang cedera, pemberian kartu kuning atau merah, cooling breaks yang berkisar 90 detik hingga 3 menit, selebrasi gol pemain, juga pemeriksaan VAR.
Setiap pertandingan yang mendekati akhir babak, ofisial keempat akan melakukan salah satu tugasnya, yaitu menunjukkan jumlah waktu minimum kepada wasit. Hal ini berguna agar wasit yang bertugas mengetahui jumlah waktu tambahan sebelum meniup peluit tanda berakhirnya babak.
Seorang wasit dapat memutuskan untuk bermain lebih dari waktu yang ditentukan tetapi tidak boleh kurang dari itu. Waktu tambahan dinilai penting, terutama di babak kedua karena setiap tim akan berusaha mengejar ketertinggalannya di waktu yang krusial tersebut.
Menurut penelitian di Spanyol oleh Departemen Riset Nasional menunjukkan bahwa wasit cenderung lebih memilih tim tuan rumah dalam hal perpanjangan waktu. Dalam makalah tersebut, wasit mendukung tim tuan rumah dengan memperpendek waktu tambahan jika tim tuan rumah unggul, dan memperpanjang waktu tambahan jika tim tuan rumah tertinggal.
Jika menilik situs analisis statistik FiveThirtyEight yang memutuskan untuk melihat jumlah waktu tambahan selama 32 pertandingan di Piala Dunia 2018, rata-rata 6 menit 59 detik ditambahkan di akhir laga. Penelitian juga menunjukkan bahwa sebagian besar waktu terbuang untuk tendangan bebas dengan rata-rata mencatatkan 10 menit 29 detik per pertandingan.
Belum lagi waktu yang termakan karena lemparan ke dalam, cedera pemain, argumentasi dengan wasit, dan lain-lain. Tindakan dari wasit pun beragam, ada yang hanya memberikan peringatan meski tahu itu adalah tindakan buang-buang waktu, namun ada juga yang memberikan kartu kuning karena dilakukan secara berulang dan dalam durasi yang berlebihan.
Oleh sebab itu jumlah waktu tambahan begitu beragam karena tidak ada hukum permainan yang memutuskan secara pasti berapa lama panjangnya waktu. Tambahan waktu mengacu pada situasi pertandingan melalui keputusan seorang wasit. [dan/esd]






