Beritajatim.com mendapatkan video secara eksklusif dari sumber kepolisian. Yakni, seorang pemuda berusia 21 tahun yang memanfaatkan momentum saat Gedung Negara Grahadi Surabaya
Penulis: Rahardi Soekarno
Program sosial Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menyentuh masyarakat. Setelah kemarin di Kelurahan Jemur Wonosari, kini di wilayah Bulak Banteng Kidul Surabaya.
Rencana aksi besar bertajuk ‘Aliansi Rakyat Jawa Timur Menggugat’ yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 3 September 2025 hari ini, urung digelar.
Ratusan anggota Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Jawa Timur bersama Gerakan Serikat Pekerja (GESPER) turun ke jalan melakukan bakti sosial.
Ribuan kiai, santri yang tergabung dalam Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) dan pengemudi ojek online (ojol) Jawa Timur menggelar doa bersama.
Inisiator Istighosah Kubro dan Tahlil Akbar 3 September, KH Asep Saifuddin Chalim memastikan bahwa istighosah tidak jadi digelar di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya.
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menegaskan, bahwa proses renovasi sisi barat Gedung Negara Grahadi yang terbakar akibat aksi demonstrasi
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak mengajak masyarakat senantiasa untuk bersatu pasu dan manunggal bersama TNI dan Polri.
Sebanyak 38 Ketua Perguruan hadir atas nama Perguruan Silat yang tergabung dalam Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Surabaya mendeklarasikan siap mendukung situasi aman
Wagub Emil Dardak prihatin lebih dari 50 anak di bawah umur ikut demo Surabaya. Mereka disebut rentan dimanfaatkan pihak tak bertanggung jawab.









