Seorang warga Simokerto, Surabaya jadi korban pengeroyokan gangster di Jalan Bagong Tambangan. Korban dipukuli puluhan remaja bersenjata tajam.
Penulis: Anggadia Muhammad
Kabar beroperasinya kembali eks lokalisasi Moroseneng di Kecamatan Benowo, Surabaya, kembali mencuat usai dilakukan inspeksi mendadak oleh anggota DPRD Kota Surabaya
Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto bentuk tim khusus untuk mengusut tragedi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo yang menelan banyak korban jiwa.
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Pusdokkes Mabes Polri kembali mengidentifikasi 6 jenazah pada hari kesepuluh tragedi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Rabu (8/10/2025) malam.
Desakan supaya pihak kepolisian mengusut tuntas tragedi pondok pesantren (ponpes) Al Khoziny Sidoarjo yang menewaskan lebih dari 60 anak-anak terus bermunculan.
Polda Jatim pastikan tragedi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo naik ke penyidikan, temukan unsur pidana kelalaian dan pelanggaran bangunan gedung.
Polda Jatim memanggil santri selamat sebagai saksi untuk menyelidiki dugaan pidana tragedi ambruknya mushola Ponpes Al Khoziny Sidoarjo yang menewaskan 67 orang.
Sebanyak 34 jenazah korban tragedi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo berhasil diidentifikasi oleh Tim DVI Polri dan telah diserahkan kepada keluarga.
Keluarga korban tragedi ponpes Al Khoziny Sidoarjo menilai ada kelalaian pengurus karena data santri tak diperbarui hingga menyulitkan proses identifikasi korban.
Sempat menyebut tragedi Al Khoziny sebagai takdir yang sudah digariskan oleh Tuhan YME, Kiai ponpes yang berada di Buduran, Sidoarjo, itu kini dimintai.









