Surabaya (beritajatim.com) – Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya sekaligus Anggota Pansus LKPJ Walikota tahun 2021, William Wirakusuma mengusulkan pembangunan SMP Negeri baru kepada Pemkot Surabaya sebagai upaya melakukan pemerataan pendidikan.
William mengatakan bahwa saat ini Sekolah Negeri yang ada terutama tingkat SMP belum dapat maksimal dalam menampung siswa dari keluarga MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah). Sehingga, keluarga MBR harus menyekolahkan anaknya di sekolah swasta.
“Memang perlu adanya pembangunan gedung sekolah baru di kecamatan yang minim adanya sekolah negeri, karena saat ini SMP Negeri yang ada masih belum dapat maksimal menampung anak-anak dari Keluarga MBR,” kata William di Surabaya, Rabu (13/4/2022).
Politisi PSI Surabaya ini menyebut perlu adanya pemetaan jumlah anak dari warga MBR untuj menjadi acuan lokasi pembangunan SMP Negeri di Surabaya. Sehingga dapat diketahui apakah di kecamatan yang padat warga MBR, semua anak dari keluarga MBR dapat tertampung di SMP Negeri yang ada.
“Yang saya inginkan kedepannya Pemkot Surabaya dapat menampung semua anak keluarga MBR melalui SMP negeri. Selain itu posisi sekolah juga sesuai zona jadi orang tua tidak perlu khawatir saat anaknya sekolah,” katanya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”dprd-surabaya”]
Tidak hanya itu William juga berpesan kepada Pemkot Surabaya agar fasilitas dan kualitas semua sekolah negeri dibuat sama. Dengan demikian diharapkan tidak ada lagi predikat sekolah favorit sehingga pada saat penerimaan murid baru tidak timbul masalah karena zonasi.
Dia juga berharap kedepan dengan adanya bangunan baru sekolah negeri di Surabaya yang memiliki fasilitas dan kualitas yang sama dapat menekan angka putus sekolah serta menaikkan derajat keluarga MBR karena mendapatkan pendidikan yang terbaik, para guru pun dapat bekerja tidak jauh dari rumah mereka tinggal.
“Pemkot Surabaya harus memberikan fasilitas yang sama di semua sekolah negeri dan menyesuaikan tempat mengajar para guru menjadi dekat dengan tempat tinggal para guru, supaya selain lebih mempermudah guru dalam bekerja juga menekan biaya tranportasi serta memeratakan kualitas sekolah,” pungkasnya. [asg/suf]






