Bojonegoro (beritajatim.com) – Sampah spons yang bertumpuk di tepi Sungai Bengawan Solo terbakar. Asap hitam membumbung tinggi tepat di belakang rumah warga yang ada di Kelurahan Ledok Kulon, Kabupaten Bojonegoro. Asap hitam yang membumbung tinggi itu membuat panik warga setempat.
Warga Keluhan Ledok Kulon, Mohammad Syafi’i mengatakan, spons yang bertumpuk itu merupakan pembuangan dari salah satu perusahaan di Bojonegoro. Namun, pihaknya tidak mengetahui, pabrik mana yang membuang sampah di tepi sungai Bengawan Solo itu.
“Pembuangan itu sudah dilakukan sejak lama. Sempat saya mengetahui yang membuang di sini, dan saya tegur karena tidak ada ijinnya,” ujarnya, Rabu (11/01/2023).
Syafi’i mengaku, sempat mempertanyakan bagaimana ijin pembuangan limbah berupa spons tesebut. Namun, pihak yang membuang sampah di lokasi tersebut tidak memberikan jawaban sesuai yang diinginkan. Pembuangan sampah spons itu dinilai mengganggu.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kebakaran-bojonegoro”]
Apalagi, dengan adanya kebakaran yang terjadi kemarin sore sekitar pukul 17.15 WIB itu membuat warga panik. “Tidak bisa perusahaan membuang sampah sembarangan tanpa ada ijin. Apalagi ini bahan mudah terbakar,” tegasnya.
Kebakaran spont bekas itu akhirnya berhasil dipadamkan oleh personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bojonegoro setengah jam lalu. Petugas mengerahkan dua unit mobil pemadam untuk melakukan penjinakan api.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, api yang cepat membesar itu membahayakan rumah warga yang berada di sekitar tumpukan spons yang terbakar. Apalagi jarak spons yang terbakar itu hanya sekitar 100 meter dari rumah warga. [lus/ted]






