Malang(beritajatim.com) – Evan Dimas menjadi rekrutan Arema FC yang paling menyita perhatian Aremania dan publik sepak bola tanah air. Gelandang pengatur permainan itu direkrut Singo Edan dengan durasi 2 tahun sekaligus.
Sosoknya sebagai pemain kelahiran Surabaya sekaligus mantan pemain Persebaya Surabaya menjadi bumbu tersendiri. Maklum saja rivalitas Arema dan Persebaya selama ini dikenal cukup panas.
Evan Dimas sendiri menganggap rivalitas itu hanya 90 menit saja selebihnya semua saudara sebagai anak bangsa. Gelandang andalan Timnas Indonesia itu berjanji akan profesional. Dia menegaskan selama berbaju Singo Edan akan memberikan kemampuan terbaiknya dan bermain dengan hati demi klub yang dibela.
“Saya datang bukan sekedar mencari uang tapi sebagai pemain profesional saya kerja untuk tim Arema saat ini. Meski latar belakang saya Surabaya saya profesional dan saya pastikan bermain dengan hati,” ujar Evan Dimas.
[berita-terkait number=”4″ tag=”arema-fc”]
“Paling penting adalah saya harus bermain dengan hati jangan sampai kita memprovokasi. Semua harus respek, rivalitas hanya 90 menit di luar itu kita saudara,” imbuh pengidola legenda Arema, Ahmad Bustomi ini.
Alasan lainnya, sebagai pesepakbola profesional dia ingin selalu bermain dengan klub besar Liga 1. Evan Dimas selama ini sering berpindah klub. Mulai dari Bhayangkara FC, Barito Putera, hingga Persija Jakarta. Keputusan musim ini bergabung dengan Arema FC karena dia menganggap klub kebanggan Arek-arek Malang ini sebagai klub besar yang memiliki marwah disepak bola nasional.
“Mungkin sudah rezekinya karena kan setiap tahun saya sering pindah klub. Menurut saya Arema tim besar dan punya marwah. Jadi ini alasan saya karena selalu ingin bergabung dengan tim besar,” tandasnya. (luc/ted)






